Showing posts with label Celoteh Saja. Show all posts
Showing posts with label Celoteh Saja. Show all posts

Thursday, April 25, 2013

Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia

Masih dalam rangka ultah Blogger Buku Indonesia (BBI) yang ke-2, kini saya berkesempatan mewawancarai langsung Bang Helvry, pemilik Blog Buku Helvry, yang tak lain dan tak bukan adalah Koordinator Umum BBI. Huwoo deg-degan ga siih >.<


Baeklah, tanpa berpanjang-lebar lagi, inilah hasilnyaa.

Halo Pak Ketum, Ngidam Buku mau tanya-tanya dikit nih bole doong. (syarat: jawaban harus lebih dari 1 kalimat :D)

>> Duh ini teman-teman menyebutnya dengan istilah ketum, padahal sebenernya namanya koordinator umum (korum) hehehe. [waks, langsung dikoreksi pak XD]

Pertama-tama, boleh cerita sedikit tentang keseharian Bang Helvry? Biasanya membaca buku pada waktu2 apa?

>> Sehari-harinya saya bekerja sebagai akuntan, sering membaca angka-angka daripada huruf-huruf. Berhubung jarak antara rumah dan kantor cukup jauh dan rentan pada kemacetan, saya berangkat pagi-pagi sekali dan pulang malam setelah jam macet reda. Akibatnya jam baca sehari-hari menjadi terbatas. Jika sempat, saya membaca sebelum jam kantor, tidak banyak memang, paling 2-3 halaman.
Karena itu jenis bacaan yang saya pilih akhir-akhir ini berupa tulisan-tulisan pendek yang bisa sekali baca. Atau membaca harian atau majalah elektronik yang bisa dibaca di tablet, sifat bacaannya kan sekali baca selesai nggak pakai panjang-panjang seperti novel.

Konon cinta pertama tak terlupakan. Siapa yang pertama kali memperkenalkan serunya dunia buku pada Bang Helvry? Cerita sedikit dong tentang pengalaman pertama dengan buku.

>> Dunia buku itu unik ya. Saya sih lebih tepatnya dunia membaca dulu. Saya lahir dan besar di sebuah kota kecil di Aceh, Takengon. Sejak kecil, alih-alih memasang parabola di rumah, orang tua saya membelikan majalah Bobo. Jadi saya dan adik-adik saya sudah mengenal Bobo ini dari SD. [waa kita samaa] 
Pada masa itu Bobo berhasil membuat saya mengimajinasikan bahwa yang namanya Bobo itu benar-benarkelinci yang baik. Selain itu, dari Majalah Bobo saya tahu tempat-tempat yang belum pernah saya datangi. Dulu tidak terbayangkan akan pernah menginjak kota yang namanya Jakarta ini, hanya tahu namanya dari Dunia Fantasi, Ancol, dan sebagainya.
Yang namanya toko buku di kota saya bukanlah toko buku seperti yang kita kenal sekarang. Toko bukunya menjual buku-buku pelajaran dan alat-alat tulis. Jadi akses terhadap buku hanya bisa dilakukan dengan membelinya di Medan, atau membelinya .lewat agensi surat kabar di kota saya,atau ke perpustakaan daerah.
Saya sudah pernah menulis hal ini di kompasiana, sila cek tautan berikut: http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/04/14/buku-dan-saya-354789.html

Kalau mampir ke blog Bang Helvry genre buku yang direview sangat bervariasi ya. Punya genre favorit?

>> Saya tidak punya genre favorit. Karena saya pikir tiap genre itu pada dasarnya bisa terkait dengan genre lainnya. Intinya buku itu bercerita. Bercerita tentang apa? Cerita tentang manusia, alam, dan lingkungannya. Semua buku tidak lepas dari tema besar ini, termasuk buku telpon :)
Ketika kita membaca sebuah buku, tinggal kita mencoba membuat korelasi dengan situasi kehidupan saat ini: hal apa yang dapat kita maknai sebagai pembelajaran dan memberikan pemahaman baru?
Namun waktu kita terbatas, kita harus dengan bijak memilah bacaan apa yang cocok bagi kita. Disinilah peran komunitas atau jejaring pembaca, kita dapat mengefektifkan waktu kita mencari bacaan yang cocok dengan membaca resensi buku maupun berdiskusi dengan pembaca lainnya.
Kalau saat ini saya tertarik dengan filsafat, sejarah, budaya, dan sastra. Kalau mau diskusi, ayooo :)  [nah tuh berani menerima tantangan Bang Helvry? :D]

Salah satu buku favorit? Yang paling cetar membahana membelah langit dan dunia?

>> Whoaa..buku favorit membelah dunia? Hahaha…kalau saya kasihit 5 bintang di goodreads, menurut saya itu buku mantap surantap deh.
Misalnya Max Havelaar (Multatuli), Chicken Soup for Writer Soul, Lelaki Tua dan Laut (Ernest Hemingway), Medan Merdeka Jantung Ibukota RI (Adolf Heuken), Kicauan Burung (Anthony de Mello), To Kill a Mockingbird (Harper Lee), Sumatera Tempo Doeloe (Anthony Reid), Krakatoa (Simon Winchester), Dunia Sophie (Jostein Gaarder), Pak Tua yang membaca Kisah Cinta (Luis Sepulveda), Celebrating the Moment (Henry C Widjaja).
Saya merasa puas membaca suatu buku bila saya memperoleh pemahaman baru, mengetahui konteks cerita, dan pesan penulisnya. Dan biasanya hal ini saya dapatkan dari aktivitas menulis review :)


Punya budget khusus untuk belanja buku?

>> Kalau bisa sih unlimited budget #ditendang. Suka merasa bersalah sih nggak baca buku. Itu aja remnya kalau mau belanja buku banyak-banyak :)

Tahun ini BBI sudah 2 tahun usianya. Pengalaman yang paling berkesan selama jadi member BBI?

>> Pengalaman berkesan itu ketika menjadi host giveaway November 2012 lalu (lihat tautan berikut: http://blogbukuhelvry.blogspot.com/2012/11/blobukhel-present-2012.html). Saya mungkin tidak bakalan mengadakan giveaway kalau tidak bergabung di BBI.
Di giveaway itu, saya berinteraksi dengan banyak orang yang belum pernah saya temui dan saya terharu membaca komentar-komentar yang masuk. Bagi saya, hal itu saya sendiri seperti membaca novel kehidupan dimana saya juga merasa berbagi rasa dan berbagi hidup dengan mereka, saya merasa terberkati dengan cerita-cerita teman-teman,dan saya merasa hadiah giveaway saya tidak ada apa-apanya.

Visi BBI adalah menjadi komunitas blogger Indonesia yang peduli terhadap dunia perbukuan. Menurut Bang Helvry, seperti apa semestinya bentuk kepedulian dan andil para blogger buku dalam dunia perbukuan? Apakah para blogger buku saat ini sudah memenuhinya?

>> Peduli itu menyadari bahwa buku itu hadir ke tengah-tengah kita melalui proses yang panjang dari mulai ide di penulis hingga ke tangan pembaca.
Masalahnya adalah buku di Indonesia lebih banyak tersebar di kota besar, dan harganya pun tidak bersahabat. Selain itu, resensi buku ini buku itu, tidaklah dapat kita harapkan tersedia begitu saja. Harus ada aksi!
Disinilah peran blogger buku. Menjadi duta penyebaran informasi itu. Meski mungkin sudah ada ratusan bahkan resensi buku hebat di koran/majalah, namun mereka tidak terakses. Berapa banyak yang langganan koran/majalah?
Ketika seorang pembaca menceritakan kembali buku yang dibacanya lewat blog, ini menjadi kekuatan yang luar biasa. Ada berapa banyak orang akan menggunakan mesin pencari untuk mencari seperti apa isi buku yang ingin dibacanya? Di sini kekuatannya.
Meski belum mempunyai data valid, saya yakin keberadaaan blog-blog buku turut mengedukasi masyarakat. Hal inilah yang semoga disadari betul oleh para blogger buku agar peduli pada dunia perbukuan dengan konsisten menulis resensi-resensi buku di blognya.

Pertanyaan terakhir; impian berkaitan dengan buku, yang belum tercapai?

>> Saya bermimpi resensi blogger buku terintegrasi, sehingga memudahkan orang-orang dalam mencarinya. Semoga saya bertemu dengan orang-orang yang bermimpi serupa dan bersama-sama mewujudkannya. [ayooo para blogger buku, kita wujudkan bersama!]

*
Itu dia sekilas bincang dengan Pak Korum BBI Bang Helvry. Kali-kali ada yang belum pernah mampir di blognya; Blog Buku Helvry, atau intip kicauannya di @helvrySINAGA

Terima kasih Bang, semoga impiannya terwujud dan itu.. buku-buku favoritnya boleh pinjem? XD

Terima kasih juga divisi event BBI, yang dengan event CUI-nya ini membuat saya makin mengenal para blogger buku Indonesia.

Friday, February 8, 2013

Me & Dickens: A Beginning of Love

Warning
May contain spoilers from A Tale of Two Cities

*
Dear Mr. Dickens,

To be honest I really don't know what to say to you except; why did you do THAT to Sydney Carton?? WHY??!

Pardon me, oh where's my manner shouting at you in the beginning of a fan letter. Excuse me, I think I need to calm myself down a bit.

Okay, I'm alright now. Let's start all over again.

See, I'm a fan from Indonesia. My first ever encounter with your fictional characters was by watching Oliver Twist movie. The 1968 movie I believe. But I didn't watch it in that year, no, it was somewhere in the 80s. As a little girl, I was immediately in love with Oliver. However, I didn't recall myself of recognizing two words that sounded like "Charles Dickens", your name that is. I was completely unaware of you as the creator of that poor handsome little Oliver.

When an old Indonesian movie (still in the 80s or early 90s, don't ask me the title I can't remember it, I've tried, really) told a story of two men - very look alike - in love with the same woman, but when the first man is about to be executed the other takes his place as a sweet tragic sacrifice, as a token of his deep love, I didn't realize that the movie might be a loose adaptation of your A Tale of Two Cities.

Last year was the year when I finally read your book. I started it with A Tale of Two Cities. I struggled with your words, but I must say I love the story. Though I had perfectly guessed of how the story went (thanks to that old Indonesian movie I've told you previously), so I had prepared myself for you know - that moment, I couldn't help crying over Sydney Carton. Seriously, Mr. Dickens, WHY??!

This year, in your 201 anniversary, I'm reading The Old Curiosity Shop. My curiosity is awaken by the title. I have Great Expectation on the way too, expected to arrive very soon.

Currently reading

Well, having only read one of your books, I can't boastfully call myself an avid reader of your works. But I'm determined to eat all of them, Mr. Dickens. It might take me several years - judging from my current speed - but just watch me. I'll read them all, then one day I'll visit your museum. Meanwhile, I'm building my own Dickens museum.

Pardon my drawing, I'm not blessed with such a gift of an artist :p
Still under construction...
As you can see, the "museum" is under construction. Hopefully that little "town house" will be full of your writings. Apparently, Mr. Dickens, our love story is nowhere near finished. In fact, it's only just begun...
   
Regards,
Dessy

PS: I cc this letter to Fanda, I hope you don't mind. She's a big fan of yours, you know, so much that she's hosting this cool event celebrating your anniversary.



Wednesday, January 16, 2013

Reading Summary 2012

Setelah di dua tahun sebelumnya saya gagal mencapai target baca tahunan, tahun 2012 kemarin saya akhirnyaa... gagal lagi! ahahah *tawa nelangsa*

Tetapi saya boleh bahagia, karena kegagalan ini adalah kegagalan yang indah *HAH?!* Ya bolehlaah dikatakan indah, mengingat di tahun-tahun sebelumnya saya cuma bisa membaca di kisaran angka 25 buku, sedangkan di tahun 2012 saya bisa menyelesaikan 74 buku (alhamdulillah) *tepok tangannya doong*

Mm.. tapi "menyelesaikan 74 buku" sebenarnya kurang tepat juga; karena dari 74 itu ada 2 buku yang gagal finish, dan karena tidak ada niat untuk melanjutkan membaca maka saya anggap saja selesai. Kedua buku itu adalah Delirium dan Divortiare.

Duo gagal finish >_<

Dan dari "74 buku" itu ada yang;
(1) berupa novela/novelet dan malah short story; Metamorphosis dan The Canterville Ghost. Judul yang ke-2 saya masukkan karena berupa 1 ebook utuh jadi kan itungannya 1 buku :p Dan saya kan ga bilang "74 novel" tapi "74 buku" *ngeles ajaa teruuss*
(2) berupa buku anak, yang tentunya tipis-tipis saja, yaitu buku-buku Roald Dahl. Tercatat 9 buah buku Roald Dahl masuk dalam daftar.

Eniwei, saya sendiri ga segitu seriusnya soal berapa jumlah buku yang dibaca. Saya juga ga bisa terlalu mematok diri harus baca sekian buku, karenanya mulai tahun kemarin sebenarnya saya ga punya target. Akan tetapi di awal bulan November (meski hanya tersisa 2 bulan sebelum akhir tahun), demi mengikuti program BBI Berbagi yang berbasis target baca, saya menetapkan target 80 buku. Dan seperti yang bisa dilihat, target itu pun gagal :p (tapi alhamdulillah tetap ada rejeki jadi niat suci ikut menyumbang untuk BBI Berbagi-nya ga ikutan gagal :D)

Dari buku-buku yang dibaca di 2012, saya sudah membuat Book Kaleidoscope-nya. Terpilih 9 Buku Terfavorit yang pernah saya posting di sini. Lalu ada pula Anugerah Cowok Fiksi Terfavorit dan Best Book Covers 2012.

Statistik
Buku dalam bahasa Inggris, baik bhs.Inggris sebagai bahasa asli maupun terjemahan (Eng): 24
Buku terjemahan dalam bahasa Indonesia (t): 31
Buku oleh pengarang Indonesia (Ind): 19
Ebook (e): 15
Buku dari pengarang yang baru bagi saya (d/debut): 34

Kalau dari statistik, jumlah terbesar masih dipegang oleh novel terjemahan. Kehadiran buku-buku berbahasa Inggris mulai menunjukkan tren meningkat di pertengahan tahun. Salahkan Clockwork Prince yang menjadi pemicu keroyalan saya membeli buku berbahasa Inggris (yang dahulu sangat jarang saya beli karena lebih mahal).

Yang bikin saya selanjutnya jadi royal, hobi belanja buku import XD

Dan meski sangat suka membaca ebook, ternyata jumlah ebook yang saya baca tahun lalu hanya 15 buku, atau sekitar 20% dari total bacaan. Nah, jadi, kepada para penerbit printed books, no worries okeh :D

Namun dari jumlah 15 ebook tersebut bisa terlihat bahwa saya mulai mengandalkan ebook untuk genre Classic. Tampaknya ini semata karena ketersediaan terjemahan. Sebab ketika tersedia terjemahan Indonesia-nya, dalam beberapa kesempatan saya masih lebih memilih terjemahan ketimbang ebook (Pride and Prejudice, A Tale of Two Cities, Mansfield Park, Metamorphosis).

Buku klasik terjemahan, terutama yang covernya ganteng (ehm) masih disukai :D

Untuk genre, rupanya kesetiaan saya pada Classic, Children, YA, Fantasy dan Dystopia masih mendominasi. Ada beberapa metropop/chiclit bahkan terselip adult romance \(^v^)\ tapi itu sedikit sekali. Meski masih dalam lingkup genre aman, bukan berarti saya ga bisa mencicipi hal baru, karena terdapat 34 judul yang berasal dari pengarang-pengarang yang baru bagi saya.

Lalu, berapa jumlah yang direview? *menunduk malu*

Yah, tahun lalu saya masih bisa ngeles dengan alasan baru bergabung BBI di kuartal akhir, sehingga ga banyak review yang saya telurkan. Tapi tahun ini, semangat! Apalagi dengan ikut serta dalam berbagai reading challenge yang mengharuskan saya menulis review, moga makin melecut saya untuk menghadirkan posting-posting review yang berbobot dan bergizi *cetaaarr*

PS: maafkan kalau mata saya siwer dan ternyata ada kesalahan hitung dalam info statistik :p

Daftar buku yang dibaca di 2012:
1. City of Ashes (Cassandra Clare); t
2. City of Glass (Cassandra Clare); t
3. Clockwork Angel (Cassandra Clare); t
4. City of Fallen Angels (Cassandra Clare); t
5. The Picture of Dorian Gray (Oscar Wilde); Eng, e, d
6. The Phantom of The Opera (Gaston Leroux); Eng, e, d
7. Hugo Cabret (Brian Selznick); t, d
8. Twitografi Asma Nadia (Asma Nadia); Ind
9. Nadrenaline (Nadine Chandrawinata); Ind, d
10. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Tere-Liye); Ind
11. Clockwork Prince (Cassandra Clare); Eng
12. Charlie and The Chocolate Factory (Roald Dahl); t
13. Charlie and The Great Glass Elevator (Roald Dahl); t
14. Esio Trot (Roald Dahl); t
15. The Magic Finger (Roald Dahl); t
16. The Enormous Crocodile (Roald Dahl); t
17. Fantastic Mr Fox (Roald Dahl); t
18. The Giraffe and The Pelly and Me (Roald Dahl); t
19. Danny The Champion of The World (Roald Dahl); t
20. The Hunger Games (Suzanne Collins); t, d
21. Catching Fire (Suzanne Collins); t
22. Mockingjay (Suzanne Collins); t
23. Pride and Prejudice (Jane Austen); t, d
24. Catatan Ichiyo (Rei Kimura); t, d
25. Partikel (Dee); Ind
26. Fifty Shades of Grey (E. L. James); Eng, e, d
27. James and The Giant Peach (Roald Dahl); t
28. Winter Dreams (Maggie Tiojakin); Ind, d
29. Sejuta Pelangi (Oki Setiana Dewi); Ind, d
30. Noni: Nyanyian Ibu (Bung Smas); Ind
31. 99 Cahaya di Langit Eropa (Hanum Rais - Rangga Almahendra); Ind, d
32. Noni: Hantu Penculik (Bung Smas); Ind
33. The Devil's Whisper (Miyuki Miyabe); t, d
34. Metamorphosis (Kafka); t, d
35. Fifty Shades Darker (E. L. James); Eng, e
36. Fifty Shades Freed (E.L. James); Eng, e
37. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah (Tere Liye); Ind
38. Hello Goodbye (Ayuwidya); Ind, d
39. Daisyflo (Yennie Hardiwidjaja); Ind, d
40. Sunshine Becomes You (Ilana Tan); Ind
41. If I Stay (Gayle Forman); t, d
42. Where She Went (Gayle Forman); t
43. Perahu Kertas (Dee); Ind
44. The Espressologist (Kristina Springer); t, d
45. Divortiare (Ika Natassa); Ind, d
46. Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan); Ind, d
47. A Midsummer Night's Dream (William Shakespeare); Eng, e, d
48. City of Lost Souls (Cassandra Clare); Eng
49. Hamlet (William Shakespeare); Eng, e
50. The Comedy of Errors (William Shakespeare); Eng, e
51. The Importance of Being Earnest (Oscar Wilde); Eng, e
52. Out Of My Mind (Sharon M. Draper); Eng, d
53. Lady Windermere's Fan (Oscar Wilde); Eng, e
54. A Tale of Two Cities (Charles Dickens); t, d
55. The Perks of Being A Wallflower (Stephen Chbosky); Eng, d
56. The Castle in The Pyrenees (Jostein Gaarder); Eng
57. Memory and Destiny (Yunisa KD); Ind, d
58. Divergent (Veronica Roth); t, d
59. Delirium (Lauren Oliver); t, d
60. The Fault in Our Stars (John Green); Eng, d
61. Battle Royale (Koushun Takami); Eng, d
62. Tokyo Zodiac Murders (Soji Shimada); t, d
63. Mansfield Park (Jane Austen); t
64. Matched (Ally Condie); t, d
65. Blue Romance (Sheva); Ind, d
66. Snow Country (Yasunari Kawabata); t, d
67. Romeo and Juliet (William Shakespeare); Eng, e
68. The Canterville Ghost (Oscar Wilde); Eng, e
69. Fahrenheit 451 (Ray Bradbury); Eng, d
70. Negeri Para Bedebah (Tere Liye); Ind
71. Life of Pi (Yann Martel); Eng, e
72. Sense and Sensibility (Jane Austen); Eng, e
73. The Casual Vacancy (J.K. Rowling); Eng
74. The Merchant of Venice (William Shakespeare); Eng, e

Friday, January 4, 2013

Sekilas Shakespeare

Memasuki bulan ke-3 event Let's Read Play berjalan, boleh juga nih kalau saya ngobrol sedikit soal Shakespeare. Kali ini saya kepingin ngobrolin kategori drama Shakespeare

Seperti kita ketahui, drama Shakespeare secara umum terbagi menjadi 3; Tragedy (Tragedi), Comedy (Komedi) dan History (Sejarah).

Tragedy (Tragedi)
Dalam kategori ini, biasanya kita akan bisa menebak; karakter utamanya pasti mati. Kadang-kadang malah ga cuma karakter utamanya saja yang "dibunuh" oleh Shakespeare; tapi juga karakter-karakter pendukung.

Tapi esensi Tragedy sesungguhnya adalah perubahan nasib/peruntungan, di mana harapan dan ambisi kandas dan hancur berantakan. Kematian digunakan sebagai simbol akhir dari segalanya, akhir dari harapan; simbol bagi ambisi yang kalah telak oleh nasib.

Untuk membangun cerita yang seperti ini, Shakespeare meramu karakter-karakternya sedemikian sehingga pembaca/penonton merasakan keterikatan dengan para karakter tersebut, memahami atau bahkan menyayangi mereka, dan bersimpati.

Ophelia (Hamlet), lukisan oleh John William Waterhouse | Sumber

Karena kisah Tragedy berjalan di seputar para karakter, mereka tampil menonjol dalam cerita dan biasanya akan sulit untuk dilupakan. Ambil contoh karakter-karakter seperti Romeo, Juliet, atau Hamlet, atau Iago dalam Othello. Dengan karakter-karakter yang menonjol dan unforgettable, serta konflik yang lebih berat, wajar jika Shakespeare kemudian sangat terkenal dengan Tragedy-nya.

Drama yang masuk dalam kategori Tragedy:
Romeo and Juliet, Hamlet, Macbeth, Othello, dll.

Comedy (Komedi)
Kebalikan dari Tragedy.
Istilah Comedy untuk drama-drama Shakespeare berasal dari era Elizabethan, yang agak sedikit berbeda makna dengan istilah komedi masa kini. Comedy Shakespeare secara umum berarti kisah dengan happy ending, yang berjalan dengan konflik yang lebih ringan. Jadi, penekanan Comedy ada pada 'happy ending' dan 'ringan'-nya bukan pada 'lucu'-nya, meski lucu tetaplah bagian dari Comedy.

Poster Broadway performance The Comedy of Errors tahun 1879 | Sumber

Selain akhir yang bahagia, Comedy Shakespeare juga seringkali memiliki ciri-ciri:
- Ada pernikahan, sejoli yang bersatu
- Pertukaran identitas, karakter yang menyamar
- Karakter pelayan yang pandai
- Salah paham antar karakter
- Elemen-elemen komedi yang biasa muncul dalam seni pertunjukan seperti slapstick, lelucon-lelucon garing/absurd, lelucon kasar, saling ejek, dll. (Dengan kata lain, segala yang sering kita lihat di Srimulat/OVJ lah :p)
- Memiliki lebih dari satu plot
- Penekanan lebih pada situasi ketimbang karakter sehingga kalaupun ada karakter yang kurang beruntung nasibnya kita ga merasa sedih-sedih amat atau bahkan tertawa.

Drama yang masuk dalam kategori Comedy:
The Comedy of Errors, A Midsummer Night's Dream, The Merchant of Venice, dll.

History (Sejarah)
Sesuai namanya, drama Shakespeare dalam kategori ini berlatar belakang sejarah.
Awalnya sejarah yang dimaksud adalah kehidupan raja-raja Inggris. Akan tetapi kemudian, drama dengan latar sejarah Romawi juga bisa dimasukkan ke dalam kategori ini.

Eddie Redmayne dalam pertunjukan Richard II | Sumber

Drama yang masuk dalam katergori History:
King John, Richard II, Henry IV, Henry V, Richard III, dll.

*

Selain ketiga kategori itu, ada pula pecahan Comedy yang diberi istilah Romance (contoh: The Winter's Tale) dan Problem Plays (contoh: All's Well That Ends Well, Measure for Measure, The Merchant of Venice). Tetapi buat saya sih, dari pada pyusing mending masukin aja ke Comedy :p

Itu tadi bincang sekilas tentang drama Shakespeare. Ga mendalam, ya namanya juga sekilas :p Lagian saya ga belajar sastra atau drama jadi yaa pengetahuannya ala kadarnya saja.

Sejauh ini saya baru membaca 6 naskah drama Shakespeare; 3 Tragedy dan 3 Comedy. Menurut saya masing-masing memiliki daya tariknya.

Jika Tragedy sudah menarik dengan sendirinya (karena konflik dan karakternya), membaca Comedy ternyata ada seninya.

Meski lucu bukan definisi langsung dari Comedy, tapi tetap saja kelucuan adalah hal yang diharapkan dari sebuah Comedy. Masalahnya, kisah Comedy tidak selalu lucu begitu saja, yang memang dari ceritanya saja sudah banyol dan konyol; contohnya The Comedy of Errors. Tapi ada juga yang problematik, seperti The Merchant of Venice. Adegan court di The Merchant of Venice itu, misalnya, baru bisa terasa lucu sekali setelah saya membayangkan aksi panggungnya (itupun beberapa hari setelah selesai membaca, bahkan saya merasa perlu mengedit reviewnya sedikit karena tadinya adegan itu cuma saya anggap amusing tapi ga lucu :p).

Aah, andai setiap kali usai membaca satu play bisa langsung nonton aksi panggungnya :p

Masih banyak lagi naskah Shakespeare yang belum saya baca, saya bahkan belum membaca satu pun dari kategori History.

Sambil lanjut baca, mo jalan-jalan juga ngintipin review-review Shakespeare dari para peserta Let's Read Play. Mo ikutan ngintip? List-nya ada di sini.

Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber

Monday, December 31, 2012

Favorite Books 2012


Posting terakhir dari rangkaian Book Kaleidoscope 2012. Dan seriusan, ini yang terberat. Pemilihan Cowok Fiksi Terfavorit dan Best Book Covers ga ada apa-apanya dibanding ini. Saya ga bisa cuma milih 5. Jadi, dari 74 diperas jadi 20, disaring lagi jadi 12, lalu 9. Iyah, dapet 9 ini udah maksimal banget keringetan nyaringnya :p

Saya kurang yakin dengan urutannya, bagi saya No.9 sampai No.2 itu semuanya di posisi yang sama, tapi masa No.2-nya ada 8 :p

Baiklah, mari langsung saja kita tampilkan satu persatu;

Favorite Books 2012

9. 99 Cahaya Di Langit Eropa (Hanum Rais - Rangga Almahendra)


Buku yang menggugah hati. Beberapa buku tercipta untuk menginspirasi kita melihat dunia, sambil menengok ke dalam batin untuk kontemplasi diri. Ini, adalah satu di antaranya.

8. The Perks of Being A Wallflower (Stephen Chbosky)


Kisah Charlie si cowok kikuk ini entah kenapa mengikat dengan konflik khas remajanya.
And in that moment, I swear we were infinite.
Please believe that things are good with me, and even when they're not, they will be soon enough. And I will believe the same about you.
"And even when they're not, they will be soon enough" jadi mantra saya sejak itu.

7. Life of Pi (Yann Martel)



Kalau ada yang mengatakan membaca ulang sebuah buku itu hanya buang-buang waktu, bilang sama mereka; salah banget! Terbukti, membaca ulang Life of Pi di penghujung tahun ini merupakan pengalaman yang luar biasa.
Life of Pi merupakan kisah yang membawa saya kembali pada apa yang dipercayai namun lama ditinggalkan, dan mengingat kembali apa arti semangat dan Tuhan.

6. Snow Country (Yasunari Kawabata) 


Kisah yang hening dan indah tentang seorang pria yang terlalu lama hidup dalam "dunia mimpi". Tak urung setelah membaca ini saya jadi bertanya-tanya, apa mungkin saya juga hidup dalam "bubble" saya sendiri dan lari dari kenyataan?

5. The Fault in Our Stars (John Green)


Being sick sucks.
Buku ini sedikit banyak merepresentasikan saya.
Kadang menjadi sakit ga harus selalu membuat seseorang mendadak jadi mahluk mulia yang meninggalkan jejak yang dalam dengan cara mendirikan badan-badan sosial dan lain sebagainya itu. Kadang ini hanya tentang keinginan mencecap rasa normal, sambil berusaha mencerna bahwa kenyataannya tidak senormal itu.
Kadang, jejak terdalam adalah yang kita tinggalkan pada orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, dan itu cukup.

4. The Picture of Dorian Gray (Oscar Wilde)

Bukan edisi yang saya baca, tapi yang paling ingin saya miliki
Dark, intriguing, witty.
Di antara semua, mungkin ini buku yang tidak membuat saya banyak menangis, tapi justru banyak tertawa. Agak aneh ya, padahal buku ini termasuk gothic yang mustinya agak-agak muram dan horor. Meski memang muram dan agak horor, tapiii siapa yang ga ngakak kalau ngobrol sama Lord Henry!
Simak saja ini;
"Never trust a woman who wears mauve, whatever her age may be, or a woman over thirty-five who is fond of pink ribbons."
"Beauty, real beauty, ends where an intellectual expression begins. The moment one sits down to think, one becomes all nose, or all forehead, or something horrid."
*masih belajar nih cara mikir dengan cantik >_<

3. Metamorphosis (Franz Kafka)


Entah bagaimana menjelaskannya, tapi kalau kamu butuh buku yang bisa menamparmu, membangunkanmu dari "dunia mimpi", coba ini. Dan kalaupun kamu ga butuh ditampar, buku ini akan tetap menamparmu :p
Keluarga, sejatinya merupakan tempat bersandar yang menerimamu apa adanya. Akan tetapi, apabila kamu sudah sedemikian menjadi beban - seperti halnya Gregor Samsa yang berubah wujud jadi kutu tak berguna - mungkin, sebaiknya, yaah, kamu mati saja. Dengan begitu keluargamu akan terlepas dari beban, dan bahagia. *Ouch!*

2. Romeo and Juliet (William Shakespeare)


Tragically romantic. Recitable lines. All time classic love story.
Ga punya kata lain lagi buat yang satu ini.
"Is love a tender thing? It is too rough,
Too rude, too boisterous, and it pricks like thorn." ~ Romeo

- 1 -

Battle Royale 
(Koushun Takami)

Tanpa ragu, inilah buku terfavorit saya tahun ini.
Pertama terbit di Jepang tahun 1999, versi yang saya baca adalah new edition dari edisi bahasa Inggris-nya.
Peraturan Battle Royale sangat sederhana; 42 murid, hanya 1 yang selamat. Terdengar seperti kisah survival biasa? TIDAK!
Kedalaman dan intensitas ceritanya mencengangkan. Terbungkus dengan indah dan gila dalam dark humor yang mengaduk-aduk emosi, yang dalam berbagai kesempatan membuat saya tertawa sekaligus sedih dan juga miris.
Koushun Takami berhasil menampilkan puluhan karakter dengan sangat hidup, yang membuat saya sebagai pembaca mencintai dan menangisi setiap karakter yang tewas (dengan intensitas tangisan dari ringan - parah). Bahkan karakter paling sadis dan menyebalkan sekalipun punya latar belakang yang menyebabkan mereka jadi begitu.
Tak ada seorang pun pantas mati dengan cara seperti itu. Tak ada.

Selesai membaca Battle Royale saya mengalami apa yang saya sebut dengan PABS - Post Awesome Book Syndrome alias Sindrom Pasca Buku Keren - jenis penyakit yang sering saya alami setiap kali selesai membaca buku yang menurut saya sinting kerennya :p Ciri-cirinya; jadi lesu dan lamaaa ga bisa baca buku, setiap kali mau baca buku baru mendadak ga napsu karena ngerasa ga akan ada yang bisa mengalahkan kegilaan si buku keren itu.

Ga heran, kalau salah satu karakternya - Shinji Mimura - jadi terfavorit saya di tahun ini juga :D

*

Berasal dari genre yang berbeda-beda, 7 dari 9 buku tersebut adalah pengalaman pertama saya dengan penulisnya. Dari 9, hanya 1 yang lahir dari penulis tanah air, mungkin karena tahun ini memang tidak terlalu banyak membaca karya lokal *ditujes Garuda.

Ada yang dibaca karena ngehits banget kaya The Fault in Our Stars. Ada yang akibat pengaruh buku lain, seperti Romeo and Juliet yang saya pilih untuk Let's Read Play karena banyak di-quote di New Moon. Tapi ada juga yang merupakan random-pick, asal pilih tanpa baca-baca sinopsis atau review. Metamorfosis, misalnya, asal comot di lapak obralan di depan sebuah toko buku terkemuka. Atau The Picture of Dorian Gray, yang asal unduh dari Gutenberg.

Membaca adalah sebuah petualangan. Jadi, tak harus selalu terikat pada nama pengarang tertentu, atau aneka review. Tak ada salahnya sesekali ambil saja sebuah buku dari rak toko buku dan nikmati petualangannya.

Sayangnya banyak dari buku dalam list ini yang belum saya review, moga bisa menyusul >_<

Dengan ini, selesai sudah rangkaian posting Book Kaleidoscope 2012. Terima kasih Fanda, udah bikin meme akhir tahun yang seru banget!

Setelah ini, saya mau jalan-jalan liat-liat list favorite books teman-teman blogger lainnya *siap-siap ngeces

Friday, December 28, 2012

Best Book Covers 2012

Setelah kemarin posting tentang cowok-cowok fiksi seksi yang ter-hawwt di 2012, sekarang kita menikmati cover-cover buku yang cantik. Bagi saya yang lemah pada cover buku rupawan, desain cover yang menarik itu salah satu pemicu daya beli saya :p

Baiklah, masih dalam rangka Book Kaleidoskop 2012, inilah 6 cover buku terfavorit dari semua buku yang saya baca tahun ini.

Best Book Covers 2012

6. The Fault in Our Stars (John Green)


Penerbit: Dutton Books
Desainer Cover: Irene Vandervoort
Biru cerah dengan awan hitam dan putih, eye-catching banget. Kalo nyari di toko buku pasti langsung ketemu. Suka sama font goresan kapurnya *brb cari font kaya gitu.

5. Snow Country (Yasunari Kawabata)


Penerbit: Gagas Media
Desainer cover: Jeffri Fernando
Sangat mencerminkan isi bukunya. Sederhana, sunyi, dingin, namun indah. Meski mungkin dengan cover seperti ini, Snow Country kurang menonjol bersaing di rak toko buku ya. Mungkin loh.

4. The Perks of Being A Wallflower (Stephen Chbosky)


Penerbit: Pocket Books, Simon&Schuster
Desainer cover: Rafaela Romaya
Quirky, fun. Suka sama komposisi huruf dan warnanya.


3. Hugo Cabret (Brian Selznick)


Penerbit: Mizan Fantasi 
Desainer cover: Brian Selznick
Untuk buku ini Bentang Pustaka mengadopsi desain cover aslinya. Entah memang harus seperti itu atau tidak, tapi saya pikir itu keputusan yang tepat. Desain Brian Selznick yang juga pengarang plus ilustrator buku ini menyatu dan menggambarkan dengan sempurna dunia Hugo.

2. Where She Went (Gayle Forman)


Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desainer cover: Marcel A.W.
Jenis cover yang sulit saya tolak. Dinding kayu yang disapu dengan warna hijau memberi kesan shabby dan familiar - rasanya seperti benar-benar bagian dari masa lalu saya :) Tak lupa penampakan gitar bersandar di sudut.
Jujur, saya membeli buku ini karena covernya :p dan si cover ini pula yang menyebabkan akhirnya saya harus baca buku pertamanya juga - If I Stay.
Meski dari segi cerita If I Stay lebih bagus, tapi dari segi cover Where She Went lebih cantik.
Lebih senangnya, terselip pembatas buku yang senada, dengan kutipan yang manis di baliknya.

- 1 -
Winter Dreams
 (Maggie Tiojakin)

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desainer cover: Staven Andersen
Ada sesuatu tentang cover buku ini yang memberi rasa hangat dan "luas". Sekaligus sepi dan nostalgic mirip dengan yang biasa saya rasakan setiap kali sore hari datang. Sesuatu yang membuat saya terserap ke dalamnya.
Sebenarnya saya merasa posisi dinding dan sang burung meski sudah di bidang kanan (sejajar dengan Dreams) tapi masih terlalu di tengah. Jadi penasaran kira-kira kalau digeser sedikiiit aja lebih ke kanan lagi, sehingga ada sedikit lebih banyak siluet gedung di belakang sana, gimana yaa. Penasaran aja sih :p


*

Cover buku memang tidak hanya sekedar menarik, tapi juga semestinya bisa bercerita selaras dengan isi buku tersebut. Ga jarang untuk buku-buku terjemahan, saya lebih menyukai desain cover terjamahan daripada aslinya, meski tak jarang juga sebaliknya :p

Nah, tadi itu Top 6 (aih lagi-lagi melebihi jatah yang cuma 5.. >_<) Best Book Covers 2012 versi saya. Tiga di antaranya karya anak negeri, dan dua teratas diduduki oleh penerbit GPU.

Buku apa aja nih yang tahun ini covernya kamu suka banget?

PS: Jika ada kesalahan dalam pencantuman nama desainer cover, tolong dicolek aja yaa.

Thursday, December 27, 2012

Cowok Fiksi Terfavorit 2012


Setahun ini saya membaca 74 buku. Dari 74 itu, entah berapa kali saya kejebak cinlok aka cinta lokasi bareng karakter-karakter cowoknya. Di jelang akhir tahun ini, bolehlaah kita beri ruang spesial bagi mereka untuk tampil. Dan kebetulan banget Fanda ngadain meme akhir tahun Book Kaleidoscope 2012. Akan ada 3 posting dalam rangkaian Kaleidoscope 2012 ini; book boyfriends, book covers, dan most favorite books. Ini, adalah posting pertama dari ketiga kategori tersebut.

Maka, dengan ini Ngidam Buku mempersembahkan penampilan para book boyfriends dalam...

Anugerah Cowok Fiksi Terfavorit 2012

Sesungguhnya sulit bagi saya membuat daftar ini. Lihatlah, yang mustinya Top 5 jadi  Top 8! >_<

Hitung mundur mulai!

8. Edward Ferrars (Sense and Sensibility)
Agak kikuk, tapi sederhana dan baik hati. Setia pada janji. Dan ketika Hugh Grant memerankan karakter ini, sukseslah dia menyusup ke jajaran nominasi Cowok Fiksi Terfavorit tahun ini.

Hugh Grant sebagai Edward Ferrars dalam film Sense and Sensibility (1995)

7. Mr. Darcy (Pride and Prejudice)
Kualitas yang paling saya suka dari Mr. Darcy adalah dia bisa diandalkan di saat genting. Meski ini juga dimiliki oleh Colonel Brandon (Sense and Sensibility), tapi berhubung Mr. Darcy lebih muda, lebih ganteng jadi maap ya mas kolonel, saya pilih Mr. Darcy :D

Matthew Macfadyen sebagai Mr. Darcy dalam film Pride and Prejudice (2005)

6. Thom (Negeri Para Bedebah)
Ga nyangka kalau Negeri Para Bedebah berhasil menyumbangkan karakter yang menarik. Profesional muda yang ganteng, sukses, body petarung, otak encer, dan... belum punya pacar! Daftar aah! *ditendang Julia, tendang balik kan dia belum jadian sama Thom <== malah berantem XD
Serius, saya berharap Thom muncul lagi di petualangan-petualangan seru lainnya.

Saya pilih Nicholas Saputra buat jadi Thom! *ketebak banget sih maunya :D | Source

5. Alex Hirano (Sunshine Becomes You)
Pianis kita! Sunshine Becomes You mungkin salah satu buku paling sederhana yang saya baca tahun ini. Tapi kesederhanaan tidak membuat karakter-karakter di dalamnya tidak menarik. Dengan kalimat deskripsi semacam "menyandarkan bahu ke dinding" saja bisa bikin saya klepek-klepek sama Alex Hirano ini.

4. Augustus Waters (The Fault in Our Stars)
Augustus Waters pernah didiagnosa mengidap osteosarcoma dan harus kehilangan kaki kanannya karena penyakit tersebut. Hobi main video game.
Yang bikin suka, apalagi kalau bukan kata-katanya yang suka gombal tapi romantis itu :D Setiap kalimat yang meluncur dari bibir seorang Gus selalu bikin nyengir-nyengir cinta, dan juga mewek berdarah-darah.
"Oh, I wouldn't mind, Hazel Grace. It would be a privilege to have my heart broken by you."
"I'm in love with you, and I'm not in the business of denying myself the simple pleasure of saying true things."
"You don't get to choose if you get hurt in this world, old man, but you do have some say in who hurts you. I like my choice. I hope she likes hers."

3. Christian Grey (The Fifty Shades Trilogy)
Terkejutlah! Ini aneh tapi nyata, mas Grey bisa di posisi 3! LOL
But... who doesn't love a sexy, dark and broken man like Grey!
"By popular demand, I'm going to restrain you" ~ Fifty Shades Freed
"I need control, Ana, like I need you" ~ Fifty Shades Freed

Tetep sih ngebayanginnya Robert Pattinson XD | Source
 2. Tak ada runner-up.. langsung ke Juara Pertama!

- 1 -

Dan pemenangnya adalah...

Jem Carstairs
(The Infernal Devices)
&
Shinji Mimura 
(Battle Royale)


Apah? Pemenangnya dua? Iya, karena saya ga bisa menomorduakan satu dari lainnya, jadilah mereka pemenang kembar :D

Jem Carstairs; pria lembut yang jago main biola ini membuat saya mewek dan langsung menyatakan diri akan mencintainya sampai kapanpun - karena mengucapkan dua kalimat ini;
"Mencintai sama hebatnya dengan dicintai. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa tersia-sia" ~ Clockwork Angel
"Aku tahu kau tidak merasa seperti manusia, dan kau merasa berbeda, jauh dari hidup dan cinta, tapi... Aku janji, laki-laki yang tepat tidak akan peduli" ~ Clockwork Angel

Tak bisa memutuskan siapa yang baiknya jadi Jem karena setiap ngebayangin Jem yang muncul selalu mata ramah Anthony Brown (Candy Candy) yang juga mahluk manga :p Pastinya karena Jem berdarah Cina, pemerannya harus bertampang Asia; mungkin Kim Hyun-Joong, Kim Soo Hyun.. atau Eiji Wentz? Kenichi Matsuyama si aktor serba bisa itu juga boleeh. Siapa aja deh, suprise me! :D

Jem Carstairs versi cover Clockwork Prince
Atau... dia? Oops ini sih Iskandar Widjaja, pemain biola profesional beneran, bukan aktor :D
Iskandar Widjaja, violinist.. Jem must look like this when he's playing the violin ^_^ | Source

Shinji Mimura; the geeky-womanizer. Digambarkan sebagai cowok playboy dan populer di sekolah karena wajahnya, tapi justru kepandaian (hacker ganteng dia ini), kepemimpinan dan rasa setia kawannya yang bikin saya kesengsem. Meski playboy, Shinji belum pernah benar-benar jatuh cinta (jatuh cinta padaku ajaa Shinji *mulai ngaco*).
Selama dalam permainan Battle Royale, ia sering teringat pada pamannya, orang yang dianggapnya sebagai panutan. Anting yang dipakai di telinga kirinya adalah kenang-kenangan dari sang paman.
Saya sangat mudah mengeluarkan air mata ketika membaca buku. Tapi Shinji-lah yang bisa membuat saya sesenggukan parah; di mana saya belum pernah separah itu nangis dengan sepenuh jiwa-raga gara-gara buku sebelumnya...
"You know it, I'm the man."
"Ikumi. I hope you fall in love with someone nice and have a good marriage. I might end up dying without knowing what it's like to be in love."
"Hey Uncle, I should have found a steady girlfriend, huh?"
"That's too much, Yutaka. I mean there's no end to suspicion once you get going. But you're going too far."
"Yutaka. I was trying to protect you. How could you suspect me? I trusted you... How horrible to be suspected by someone you trust."
Shinji Mimura, diperankan oleh Takashi Tsukamoto dalam movie Battle Royale (2000) | Source

*

Sebenarnya masih ada beberapa lagi pria yang menarik seperti Four (Divergent), Peeta (Hunger Games Trilogy), Sydney Carton (A Tale of Two Cities), Gabriel Lightwood (The Infernal Devices), Shogo Kawada (Battle Royale), dll (mata keranjang ya saya, gebetannya banyak :p) tapi mereka ga sampai membuat saya amat sangat tergila-gila, jadi terpaksa terdepak dari daftar.

Owkee, itulah daftar Cowok Fiksi Terfavorit 2012 versi saya, kalo kamu? Ada yang samakah?

Friday, September 21, 2012

Ngidam Buku Soft Launch + Giveaway!

Akhirnyaa saya punya blog buku! Oyeeeh! *dansa keliling timbunan*

Menerima curhat para buku yang pengen ikut eksis seperti halnya para beauty/fashion products yang biasa saya review di blog, maka hadirlah blog buku ini.

Proses terlama dalam membuat blog ini ternyata adalah saat... mencari nama! Ckckck :))
Ngidam Buku adalah nama ke-3 yang terlintas di kepala saya setelah nama-nama cantik bernuansa enggres seperti The Book and The Beautiful (hasyih, ge-er banget namanya :p), atau The Purple Glasses (demi mendorong keeksisan kacamata saya). Dan kenapa bukan nama enggres itu yang dipakai justru Ngidam Buku, yaah cuma angin sepoi-sepoi yang tahu...>,<

Moga blog yang masih bayi ini - dengan celoteh ngasalnya - bisa ikut meramaikan diskusi ceria tentang buku.

Posting yang muncul sebelum posting soft launch ini, sudah pernah tayang di blog saya yang lain; Living Daisy. Sengaja dimigrasi, biar semua posting berbau buku pada kumpul arisan di sini. Beberapa resensi jadul ga saya rating, karena memang waktu itu saya belum memberi sistem rating. Resensi berikutnya baru deh bakal mulai saya kasih bintang-bintang, eh, bukan, cangkir kopi!

Dalam rangka loncing blog baru, asik kalo saya kasih giveaway kali yaa :D

Yuk yuuuk, langsung ajaa isi rafflecopter-nya. Akan ada 2 pemenang yang masing-masing bebas pilih buku yang diinginkan seharga maksimal Rp 50.000!

Giveaway berlangsung sampai 21 Oktober 2012, dan hanya untuk yang berdomisili di wilayah Indonesia Raya tercinta.

Semoga beruntung, dan mulai hari ini sering-sering mampir ke sini yaa.

a Rafflecopter giveaway

Saturday, March 28, 2009

Twilight Saga: Kesederhanaan Cinta


* Spoiler Alert *

Biasanya saya menyenangi buku2 dengan tema2 menantang seperti Dunia Sophie (Sophie's World) atau Perfume, atau yang digenangi bahasa2 rumit macam buku2nya Dewi Lestari, atau yang agak2 menyenggol ranah kepercayaan seperti Golden Compass... atau yang sederhana tapi penuh petunjuk2 samar yang penuh kejutan seperti Harry Potter.

Kisah cinta adalah prioritas paling akhir dalam membaca apalagi membeli buku.

Karenanya saya terheran2 sendiri bagaimana saya bisa saya melahap 4 buku serial Twilight dalam waktu kurang dari 2 bulan (well, mungkin bkn rekor yg terlalu impresif, tp cukup mengejutkan buat ukuran sy :p).

Kesederhanaan yang memikat. Itulah impresi saya terhadap serial ini.

Membaca Twilight dan ke-3 buku lanjutannya, kita tidak akan disuguhi kata2 yang rumit, dialog yang berbelit, atau petunjuk2 misterius... Semuanya begitu sederhana, gamblang, mudah ditebak... tapi anehnya, tidak membosankan. Satu2nya elemen dalam kisah ini yg tidak bisa saya tebak hanyalah kemunculan Nahuel pada bagian akhir Breaking Dawn.

Twilight membuat segala kerumitan cinta penuh air mata dan konflik ala sinetron2 terasa basi dan berlebihan.

Inilah bukti bahwa sebuah buku yang sukses dan memikat tidak perlu kusut, cukup sederhana dengan penokohan yang kuat dan unik... terciptalah kisah cinta romantis yang mempesona.

Bravo buat Stephanie Meyer dengan Twilight Saga-nya!