Ini dia serial "seru" yang saya temukan tahun ini!
Berawal dari linimasa yang tiba-tiba menyebut-nyebut buku ini sebagai best seller, saya pun dilanda penasaran luar biasa. Dilihat dari sudut manapun
The Fifty Shades Trilogy sama sekali bukan genre saya. Kalau saya tipe pembaca yang kaku, sudah pasti opsi membaca buku bergenre adult romance/erotica ini segera ditendang jauh-jauh. Tapi rasa penasaran memang berbahaya, dia memakanmu dan mengunyahmu dengan nikmat. Maka, sayapun mencari ebook-nya.
Dan ketika saya baca buku pertama, huaah buku ini memang benar-benar panas! Saya baru tahu ada genre buku seperti ini, yang menggambarkan aktivitas ranjang dengan sangat detil.
Fifty Shades of Grey (Buku #1)
Skor Ngidam Buku:


Bercerita tentang
Anastasia (Ana) Steele, seorang mahasiswi sastra yang suatu hari menggantikan sahabatnya untuk mewawancarai seorang pengusaha muda dan sukses
Christian Grey. Ana mau tidak mau, seperti wanita lainnya, terpesona pada Christian. Lalu tiba-tiba saja, Christian mendekatinya dan menawarinya kontrak untuk menjadi Submissive-nya.
Ana setuju menerima masa percobaan, di mana ia bisa mempelajari gaya hidup BDSM ala Christian dan melihat apakah ia mau melanjutkannya. Pelajaran cinta di playroom pun dimulai.
Di buku pertama saya hanya sekedar merasakan aliran panas karena adegan erotisnya. Juga karena konsep BDSM-nya.
Fifty Shades of Grey membuat saya kesal setengah mati pada Ana karena banyak hal; karena ketidak hati-hatiannya terlibat dengan pria "gelap" seperti Christian, karena jalan pikiran anehnya yang entah kenapa justru menganggap dirinyalah yang tak layak untuk Christian dan bukan sebaliknya, dan terutama sekali, karena kebiasaannya mengucapkan kata "holy cow, holy f*ck, holy crap, crap, crap" rasanya mengganggu!
Ada jeda 8 buku sebelum kemudian saya tergerak untuk membaca buku ke-2.
Ana yang memutuskan untuk meninggalkan Christian setelah masa percobaan menjadi Submissive-nya berakhir berantakan, rupanya menjadi shock therapy bagi Christian. Untuk pertama kalinya, ia kehilangan kontrol. Christian yang selalu menjadikan kontrol sebagai sumber ketenangannya, satu-satunya cara yang ia ketahui untuk menutupi derita dan ketidaknyamannya - termasuk dalam berhubungan dengan lawan jenis - dipaksa mencari cara lain.
Untuk bersama Ana, cara lama itu - dengan menjadikannya Sub - tidak berhasil. Christian harus mulai memikirkan ulang gaya hidupnya selama ini, menemukan pendekatan baru dengan wanita.
Fifty Shades Darker inilah yang kemudian membuat saya bahkan jadi lebih sinting daripada Ana dan jatuh total dalam pesona Christian Grey. Seks masih menjadi menu utama, tentu saja, tapi secara keseluruhan kisahnya berkembang. Dan terutama, pribadi Christian lebih terekspos, tentang masa lalunya yang menjadikannya seperti dia kini.
***SPOILER ALERT***
Puncaknya adalah ketika dalam satu bab, Christian digambarkan sebagai seorang Dominant, dan kemudian mendadak muncul kepribadian Submissive-nya. Saya pikir, ini brilian!
*** SPOILER ENDS HERE ***
Jadi resmilah saya memberi gelar Christian Grey sebagai salah satu karakter buku terseksi yang pernah saya temui \^O^/
Mr. Grey adalah tipe karakter yang sangat mudah mempesona perempuan; kaya, wajah ultra tampan, fisik yang mempesona... ditambah 2 unsur penting;
dark and broken. Ah, wanita mana yang tidak tergoda untuk menceburkan diri dalam lautan asmara bersama dewa tampan yang pernah teraniaya dan butuh kasih sayang? Meski terdengar klise, dan tahu ini klise, tapi tak ayal saya tetap bertekuk lutut di hadapan Mr.Fifty.
Fifty Shades Darker diisi dengan emosi-emosi yang menjadi titik balik Christian. Sejalan dengan topeng pada cover-nya, selapis demi selapis kisah hidup dan perasaannya terbuka. Dan harapan baginya untuk menyembuhkan luka dan berubah, muncul dalam bentuk seorang Ana.
"By popular demand, I'm going to restrain you" ~ Grey
Memasuki
Fifty Shades Freed, saya hampir tidak bisa membaca. Saya... tidak sanggup kalau harus menamatkan buku ini, karena... itu artinya kebersamaan dengan Mr.Grey akan segera berakhir! >,<
Kehidupan Christian dan Ana terganggu oleh serangkaian teror yang dilakukan oleh mantan bos Ana yang sakit hati karena dipecat Christian. Lalu ketika Ana, yang lupa suntik KB mendadak dapat dua garis, Christian lagi-lagi harus melompat jauh dari zona nyamannya.
Freed menurut saya yang paling mewakili kata romantis di antara ketiga buku ini. Ending yang super sweet, mega romantic... Demi apa saya mewek karena pisah sama kisah Mr. Grey!
"I need control, Ana. Like I need you. It's the only way I can function. I can't let go of it. I've tried... And yet, with you..." ~ Grey
Lalu, saya pun merasa perlu mengoleksi dan segera pre-order trilogi Fifty Shades boxset dari
Bookdepository. Nah!
My Fifty Shades... >_<
Edisi paperback keluaran Arrow Books memuat ekstra sekelumit kisah masa kecil Christian; Natal pertamanya bersama keluarga barunya. Serta pertemuan pertama Christian dengan Ana, melalui point of view Christian. Ekstra ini menarik. Kisah masa kecil Christian bahkan secara mengejutkan ditulis dengan cukup menyentuh.
*
Overall sebagai trilogi erotika, variasi adegan intimnya cukup menyegarkan :D Well, kecuali adegan saat Ana haid itu agak sedikit terlalu.. euw! Adegan dalam konteks BDSM hanya ada di buku pertama, sisanya lebih merupakan role-play karena Ana bukanlah Sub Christian.
The Fifty Shades Trilogy jelas bukan kisah dengan jalinan kata yang indah, tapi secara keseluruhan tidak mengurangi kadar romantismenya. Kalimat-kalimatnya sederhana, tapi tak urung buku ini mampu membuat saya terus membalikkan halaman demi halaman hingga selesai. Dia vulgar sevulgar-vulgarnya, tapi entah kenapa lama-kelamaan membuat saya makin menyukai karakter Christian Grey. Meski erotisme hampir tak pernah absen di sana - sesuai genre-nya - tapi Fifty Shades juga berhasil membangun kisah yang mengikat dan karakter yang memikat. Saya yakin ada banyak tokoh buku adult romance di luar sana, tapi Christian Grey akan selalu jadi salah satu yang paling dibicarakan - oleh saya, setidaknya :p
Membaca ketiga novel ini bagai memberi paradoks dalam penilaian saya; di satu sisi saya tahu mereka takkan melewati rating 3 cangkir kopi, tapi di sisi lain saya amat sangat menikmatinya.
Singkatnya, Trilogi Fifty Shades itu seperti mie instan, minim gizi tapi gurih, sedap saat panas dan disantap malam-malam. *kipas-kipas
Ah sial, inilah saya, yang biasanya gampang bosan dengan romantisme menye-menye, menulis panjang lebar dengan penuh cinta tentang romansa abu-abu Mr. Fifty...
Laters, baby!
***
The Fifty Shades Trilogy Boxset
Penulis: EL. James
Penerbit: Arrow Books
Format: Paperback
ISBN 13: 9780099580577
ISBN 10: 0099580578
terdiri dari:
Fifty Shades of Grey
Fifty Shades Darker
Fifty Shades Freed