Friday, October 12, 2012

Mengurai Destiny dalam Memory Yang Samar


Maroon kecil bertemu Donald dalam wujud arwah. Di suatu tempat, tubuh Donald terbujur di ranjang rumah sakit, koma.

Ketika Donald akhirnya terbangun, ia terobsesi pada Maroon, tetapi tidak tahu di mana gadis itu kini berada. Suatu hari Donald bertemu dengan seorang gadis - yang entah kenapa terasa sudah dikenalnya - di Westminster Abbey, Donald merasakan getaran itu.

Maroon dewasa tidak ingat Donald sang arwah. Tapi ketika bertemu sesosok pria di Westminster Abbey, ia pun merasakan sesuatu.

Mungkin, Donald - yang ketika koma sudah dalam usia menikah - dengan Donald 10 tahun kemudian sudah begitu berbedanya. Sudah beruban dan keriputkah dia?

Atau mungkin, ingatan Maroon usia 10 tahun yang tampaknya cerdas itu sesungguhnya tak terlalu bagus, hingga melupakan Donald yang selalu menemaninya, hingga ia perlu bertanya ini memori atau mimpi? Hmm... benarkah usianya saat itu 10 tahun, dan bukannya 5 tahun? *cuma penasaran* Mungkin sakit Maroon merenggut ingatannya? Mungkin. Atau, keduanya pusing karena terlalu banyak vitamin D? :)

Tidak cukup masalah memori yang entah mimpi atau bukan itu, untuk menambah beban pada kinerja ingatannya, Maroon mengalami kecelakaan dan menderita amnesia. Saat kehilangan ingatan itulah David datang mengisi.

Maka, kisah Amore karya Yunisa KD ini berjalan sebagai kisah cinta segitiga yang mencari destiny-nya dalam memori yang kabur.

Memory and Destiny tipis dan mungil, cukup mudah dikenali dengan cover biru bergambar pria gagah nan ganteng berlatar Sungai Thames dan Big Ben di waktu malam.


Secara umum novel ini, sesuai genre-nya, mendayu dalam cinta. Ide tentang "kaitan dengan masa lalu" menarik untuk tema percintaan. Tapi, novel ini terasa kasar, terburu-buru, kurang terpoles.

Untuk menghadirkan kesan dinamis, penulis mencoba membuat cerita ke dalam point of view yang berbeda-beda; dari orang ketiga dan orang pertama. Sayangnya, kebanyakan sudut pandang orang pertama berasal dari Maroon, ketika sebagian besar POV orang ketiga juga lebih menceritakan tentang Maroon. Karenanya, ketika kata "aku" diganti dengan "dia" atau sebaliknya, tidak terlalu memberi perbedaan. Rasa dinamis dan pandangan yang lebih dalam akan karakter dengan hadirnya POV orang pertama tidak terlalu terasa.

"Pada kenyataannya, tidak pernah hanya ada satu pria" demikian Stephenie Meyer pernah berkata dalam buku The Twilight Saga: The Official Illustrated Guide. Karenanya, wajar ketika David harus dihadirkan untuk menambah dimensi dalam kisah cinta Maroon.

Tetapi, kehadiran pria ke-2 tak perlu disandingkan dengan amnesia. Tak harus hilang ingatan untuk membuat seorang wanita galau karena cinta segitiga. Menjadi ironis ketika penulis memberikan dialog "Kau terdengar seperti sinetron-sinetron di Indonesia" (hal. 177), ketika peristiwa amnesia Maroon sudah sangat sinetron.

Penulis suka menggambarkan karakternya dengan nama-nama terkenal. David itu Ricky Martin KW Jepang. Donald adalah blasteran boneka Ken edisi spesial Rhett Butler + Phantom, ekspor dari Indonesia. Lalu ada Sharon yang kemudian punya cowok dengan spesifikasi David Bekham campur Brad Pitt.

Bisa jadi nama-nama itu adalah idola penulis. Namun ada baiknya untuk menahan diri dan tidak meletakkan semua idola ke dalam satu tulisan (dan berkali-kali), karena alih-alih mempermudah pembaca membayangkan para karakter, justru mempersulit.

Terlalu sering menyebut nama-nama terkenal juga mengaburkan eksistensi karakter cerita ini. Saya jadi lebih ingat Ricky Martin dan Rhett - yang secara alami lebih dominan karena sangat terkenal - ketimbang David dan Donald.

Dari sisi terbitan, agak disayangkan penerbit tidak memasukkan daftar isi, padahal novel ini memberi judul pada setiap bab-nya.

Lepas dari semuanya, ada beberapa bagian yang saya suka di buku ini. Misalnya;

* SMS Olivia - adik Maroon - ke kakaknya, melaporkan bentuk BAB-nya.


* Sudut pandang Sharon, satu-satunya sudut pandang yang memberi kesegaran.
Cara 1,2,3 ini cukup umum dan biasanya lumayan ampuh, di sini tak terkecuali.


Mungkin, dari sudut pandang saya yang tentu saja bukan pengarang ataupun editor ini, penulis cocok jika mengembangkan dan membawa tulisan-tulisan berikutnya ke jalur teen/chiclit atau komedi romantis.

2 cangkir kopi untuk Rhett Butler Indo yang bangkit dari koma.

Ngidam Buku ngasih:


***

Judul: Memory and Destiny
Penulis: Yunisa KD
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
ISBN: 978-979-22-5658-1
Ukuran: 11 x 18 cm
Tebal: 264 halaman
Terbit: Mei 2010
Cover: Softcover


Friday, September 28, 2012

Mengungkap Pembunuhan Zodiak Tokyo

Kisah dibuka dengan sebuah surat yang dikatakan ditulis oleh seorang pelukis bernama Heikichi Umezawa. Dalam surat tersebut Heikichi menceritakan kegilaan dan hasratnya menciptakan Azoth, wanita sempurna dalam khayalannya. Surat tersebut memaparkan bahwa untuk mewujudkan Azoth, dibutuhkan pengorbanan gadis-gadis dengan zodiak yang berbeda-beda.

Dibutuhkan 6 gadis yang masing-masing akan menyumbangkan bagian tubuh tertentu disesuaikan dengan zodiak mereka, yang nantinya akan disatukan demi kelahiran Azoth. Heikichi tidak jauh-jauh mencari para gadis yang diperlukannya untuk tujuan tersebut, dia akan memakai tubuh anak-anak dan keponakan-keponakannya sendiri.
"Suatu hari saya menyadari bahwa enam perawan dengan lambang zodiak yang berbeda hidup di dekat saya - putri-putri serta keponakan saya! Saya tertawa sendiri pada apa yang disebut "kebetulan" dalam hidup ini..."

Bagian pembuka ini sangat menjanjikan.

Yang kemudian terjadi adalah, tidak hanya ke-6 gadis yang disebutkan namanya dalam surat Heikichi itu benar-benar tewas terbunuh, tetapi juga seorang putri Heikichi lainnya dan Heikichi sendiri juga terbunuh. Semakin membingungkan, karena dari ke-8 pembunuhan itu, justru Heikichi-lah yang terbunuh lebih dulu.

Kasus yang tak terpecahkan hingga puluhan tahun kemudian itu menarik minat Kazumi Ishioka - seorang ilustrator lepas. Ia membawa kasus ini ke sahabatnya Kiyoshi Mitarai - seorang astrolog - untuk memecahkannya bersama. Ditemani Mitarai sebagai Holmes dan Ishioka sebagai Watson-nya itulah pembaca mengikuti perjalanan menuju terungkapnya sang pembunuh zodiak.

Untuk novel misteri, kisah ini tergolong cukup "damai". Membaca The Tokyo Zodiac Murders tidak terlalu memberi efek seram ataupun tegang dikarenakan kasus yang coba dipecahkan adalah kasus lama dan sang pembunuh meski masih ada di luar sana namun tidak "aktif". Beda kan ya, kalau kita membaca kisah di mana sang pembunuh sangat mungkin masih akan membunuh lagi dan terlihat berbahaya, akan ada unsur ketegangan dan "lomba" antara penyidik dan pembunuh. The Tokyo Zodiac Murders tidak memiliki itu.

Sebagai kompensasinya, pembaca akan disuguhi kasus dengan detil yang rumit. Penulis memastikan bahwa semua petunjuk tersedia; data, fakta, peta lokasi ditemukannya mayat, dan lain-lain. Semua dipaparkan agar pembaca bisa ikut memecahkan misteri ini. Dengan kata lain, meski tidak akan memuaskan bagi yang mencari ketegangan, buku ini sangat pas untuk yang merasa berbakat menjadi detektif dan yakin dirinya pandai memecahkan misteri.

Sketsa TKP pembunuhan Heikichi; salah satu dari banyak catatan/gambar yang melengkapi buku ini

Saya mengagumi cara Soji Shimada menghadirkan kerumitan untuk menutupi kesederhanaan kasus. Semua detil itu, tentang Azoth dan zodiak, tanggal-tanggal, posisi garis bujur dan lintang, setiap keping informasinya, diletakkan dengan sengaja untuk menantang pembaca memilah mana informasi yang penting dan mana yang tidak.

Belum lagi saat 2 kali penulis mengintervensi cerita dengan melemparkan tantangan secara terbuka kepada pembaca untuk memecahkan kasus. Mau tidak mau membuat saya terjengkang sambil berkata "Siyal! Baiklaah akan saya pecahkan saja kasus ini biar ramai!"

Dengan semua itu, tak heran jika novel pertama Soji Shimada ini sempat menjadi best seller dan mendapat nominasi Edogawa Rampo Awards.


3 cangkir kopi untuk keberhasilan penulis memaksa saya memecahkan kasus. Ditambah 1/2 cangkir lagi untuk cover yang menarik beserta pembatas buku berdarahnya, dan untuk saya yang berhasil menebak dengan jitu sang pelaku pembunuhan.

Total:


Catatan tambahan: kalau ada misteri yang tak terpecahkan dalam buku ini adalah mengapa ada banyak kesalahan dalam Daftar Isi? Apakah ada maksud tertentu dari angka-angka itu atau memang sebuah kesalahan dari penerbit? Ayo para detektif, kita selidiki kasus ini! XD

Judul: The Tokyo Zodiac Murders
Penulis: Soji Shimada
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8591-8
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 360 halaman
Terbit : Juni 2012
Cover : Softcover


Saturday, September 22, 2012

Yang Bikin September (Agak) Ceria

September 2012 bagi saya mungkin tak seceria lagu Vina Panduwinata. Agak cenderung banyak air mata, justru. Tapi kedatangan beberapa paket buku sedikit menghibur. Meski efek sampingnya, mereka terlantar saling tindih di lantai saking belum sempat (baca: belum pengen) beberes :p

Hasil belanjaan di Bookdepository:

1. Metamorphosis, Franz Kafka
Saya suka banget Metamorfosis, tapi ngerasa kurang puas sama terjemahan Indonesia, jadi mencoba peruntungan dengan terjemahan bahasa Inggris. Ah, iya deh ngaku, tujuan terselubungnya adalah menambah koleksi Penguin Deluxe >,<

2. The Subtle Knife, Philip Pullman
Buku jadul sih. Ini satu-satunya dari serial His Dark Materials yang belum saya punya.

3. The Hopeless Life of Charlie Summers, Paul Torday
Entah kenapa justru beli ini dan bukannya Salmon Fishing In The Yemen :p

Hadiah dari kuis Twitter Bookdepository:

4. The Orchardist, Amanda Coplin
Waktu ikutan kuis ga tahu hadiahnya apa, ga nyangka hadiahnya novel tebel gini. Waktu 4 paket Bookdepository ini datang bersamaan, si hadiah ini yang paling gede buntelannya :))

Hasil lapar mata di Yes24:

5. Insurgent, Veronica Roth
Hardback, cuma IDR 100k kakaak

Yang ini beli di Mizan.com:

6. Al Quran 1000 Doa
Maunya dibeli pas Ramadhan lalu apalagi karena ada program wakaf, tapi tak apalaah di bulan Syawal :D Kalau yang ini ga dibiarin tergeletak di lantai tentunya.

Ketika akhirnya bisa jalan-jalan ke toko buku
dan menclok di Periplus Plaza Senayan...

7. The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared, Jonas Jonasson
Fiuh... panjang judulnya ngalahin uler naga. Sudah agak lama penasaran sama buku ini, tapi masih menahan diri untuk beli. Eh malah dia menyapa gembira di area new arrival-nya Periplus PS. Ya baiklaah bungkus saja.

Berhubung dari 7 buku itu cuma buku ke-7 yang dibeli dengan budget bulan ini (yang lainnya belanja online yang sebenernya dibeli dengan budget Agustus tapi datangnya September), saya jadi ngerasa kaya ga beli buku bulan ini :)) Ini gawat. Bulan depan bisa-bisa bakal ngerasa boleh jor-joran XD

September belum habis, tapi kemungkinan sih ga akan beli buku baru lagi sampai bulan depan... Semoga... *kekep dompet pake lakban*

Friday, September 21, 2012

Let's Read Plays!

Fanda and I are hosting this event called Let's Read Plays, which is going to run from November 2012 to October 2013. Oh yes, a yearlong with classic plays!


In the event, everyone who is participating will be reading at least one classic play each month. For the complete information about this event, please go HERE.

So why plays, you might wonder, as the first classic club event I dare to co-host? The main reason is; I love reading plays.

The first play I read was the one from an Indonesian writer Idrus. It was Kejahatan Membalas Dendam, taken from his book Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, that hooked me with plays. Unfortunately, not until recently I recalled the fun of reading plays. Thanks to Shakespeare's A Midsummer Night's Dream (or should I say thanks to Puck? :D), I remember how interesting plays are.

If you take a look at my 2012 reading list, you'll find that once I started reading one play I could hardly stop. But I had to restrain myself from reading too many plays before this event starts. I need to save some up in my sleeves, yes? :D

What makes a play interesting for me is its sense of exaggerating things. How eating muffins can be extremely hilarious in The Importance of Being Earnest, or a silly misunderstanding between separated twins can make an engaging story in The Comedy of Errors. Events and dialogues are absurd and exaggerated, but those are the fun parts of plays.

Another thing I like about plays is they are rarely more than 300 pages long. So short that I can finish one a day without being too tired.

I'm so excited with this Let's Read Plays event. Join in! I hope you'll be having fun too!

Ngidam Buku Soft Launch + Giveaway!

Akhirnyaa saya punya blog buku! Oyeeeh! *dansa keliling timbunan*

Menerima curhat para buku yang pengen ikut eksis seperti halnya para beauty/fashion products yang biasa saya review di blog, maka hadirlah blog buku ini.

Proses terlama dalam membuat blog ini ternyata adalah saat... mencari nama! Ckckck :))
Ngidam Buku adalah nama ke-3 yang terlintas di kepala saya setelah nama-nama cantik bernuansa enggres seperti The Book and The Beautiful (hasyih, ge-er banget namanya :p), atau The Purple Glasses (demi mendorong keeksisan kacamata saya). Dan kenapa bukan nama enggres itu yang dipakai justru Ngidam Buku, yaah cuma angin sepoi-sepoi yang tahu...>,<

Moga blog yang masih bayi ini - dengan celoteh ngasalnya - bisa ikut meramaikan diskusi ceria tentang buku.

Posting yang muncul sebelum posting soft launch ini, sudah pernah tayang di blog saya yang lain; Living Daisy. Sengaja dimigrasi, biar semua posting berbau buku pada kumpul arisan di sini. Beberapa resensi jadul ga saya rating, karena memang waktu itu saya belum memberi sistem rating. Resensi berikutnya baru deh bakal mulai saya kasih bintang-bintang, eh, bukan, cangkir kopi!

Dalam rangka loncing blog baru, asik kalo saya kasih giveaway kali yaa :D

Yuk yuuuk, langsung ajaa isi rafflecopter-nya. Akan ada 2 pemenang yang masing-masing bebas pilih buku yang diinginkan seharga maksimal Rp 50.000!

Giveaway berlangsung sampai 21 Oktober 2012, dan hanya untuk yang berdomisili di wilayah Indonesia Raya tercinta.

Semoga beruntung, dan mulai hari ini sering-sering mampir ke sini yaa.

a Rafflecopter giveaway

Friday, March 16, 2012

Antri Buku Gratis di Leksika

Rabu kemarin saya menjemput buku gratis di Leksika Bookstore Kalibata City. Ga pake syarat macem-macem tinggal datang jam 13.00 & 19.00 trus tunjukin KTP untuk didata, bawa pulang deh buku gratisnya.

Sumber: Facebook Leksika Kalibata City
Buku gratis di Leksika Kalibata City ini setiap hari loh dan yang ditawarkan setiap harinya berbeda-beda. Kebetulan sekali hari itu buku gratisnya Nadrenaline - buku traveling tulisan Nadine Chandrawinata. Saya memang lagi pengen buku itu karena penasaran (selalu deh alasannya penasaran :p) dan juga karena Sabtu besok mau ada book signing-nya :D

Kalibata City ga terlalu jauh dari lokasi saya, tapi sebenarnya ga terlalu dekat juga. Meski begitu menjangkaunya cukup mudah, makanya saya berangkat. Naik kendaraan umum 2 kali selama kurang lebih 30 menit. Total pengeluaran 20rb rupiah untuk angkot dan es krim (yag dibeli karena Rabu kmrn panas benerrr :p), plus dapet buku yang dipengen; gratis! Hepi? Jelas! \^_^/

Rp. 39.000 ==> Rp 0


Buku-buku yang disediakan Leksika dalam program buku gratis ini bagus-bagus loh. Tapi, satu orang hanya bisa mengambil jatah 1 buku per minggu. Jadi ga bisa tiap hari sih, yaaah kecuali kalo kamu nitip orang yang beda-beda tiap hari (niat banget :p) Tapi dengan begitu, kita pasti akan mengambil buku yang memang kita minati, kalo ga terlalu pengen ya biar buat yang lain aja yang lebih menginginkan, betul? ;) Pilihannya pun dari berbagai genre, jadi pasti ada buku yang pas untuk semua orang.

Beberapa buku lain yang pernah masuk daftar buku gratis


Petugasnya juga ramah bgt kok, bukan tipe yang bete sinis gitu sama yang ngambil gratisan :D

Asik kan?

Untuk info buku gratis apa yang ditawarkan setiap harinya, follow aja @Leksika_KC.

Saya baru bisa ambil jatah lagi minggu depan, deg-degan nih kira-kira bukunya apa yaa? :D

***
Tambahan

Tata cara klaim buku gratis:

- Registrasi dulu (bagi yang mengambil untuk pertama kali), kemudian antri untuk mengambil buku. Atau, antri dulu, ambil buku, kemudian ke bagian layanan pelanggan untuk registrasi. Kadang petugas akan menyarankan yang demikian supaya ga keburu kehabisan bukunya.

- Buku akan dibagikan dalam jumlah terbatas, pada jam 13.00 & 19.00, datanglah lebih awal supaya kebagian. Untuk buku yang banyak peminat kadang antrian sudah panjang sebelum waktu pengambilan dibuka.

- Satu orang hanya dapat mengambil buku gratis 1 buah setiap minggunya. Semisal kita ambil hari Senin, maka baru bisa ambil lagi Senin berikutnya.

- Selamat berjuang! Semoga dapet buku gratis yang dipengen yaa! ;)




Tuesday, March 13, 2012

Berburu tanda tangan @IslamicBookFair 2012

Hari Minggu 11 Maret kemarin saya melipir ke wilayah Senayan tepatnya Istora untuk menyambangi Islamic Book Fair 2012. Saya cukup rutin ke IBF (yah tepatnya sih rutin ke berbagai book fair :p) dan  biasanya saya datang di hari terakhir - saat padat-padatnya pengunjung itu. Agak berbeda, kali ini saya sudah ke sana di hari ke-3. Tapi rupanya, meski baru hari ke-3 ramainyaaa sudah luar biasa. Mungkin karena hari Minggu juga ya.

Jadi, apa yang dicari di IBF? Wah ini jawabannya bisa jadi essai sepuluh halaman :p Yang sudah jelas, di sana banyak buku dari berbagai penerbit yang dijual dengan harga miring. Kalau ada buku incaran yang kemaren-kemaren belum kebeli karena alasan dana, inilah saatnya. Tentu saja, karena IBF, kebanyakan yg dijual adalah buku-buku Islami. Novel pun umumnya novel2 Islami. Tetapi beberapa stand membawa serta beberapa koleksi novel umum mereka.

Namun bagi saya, IBF kali ini lebih untuk mengincar ilmu baru ketimbang buku baru (soalnya buku baru udah menumpuk niih :p), makanya fokus saya lebih ke acaranya baik yang digelar di Panggung Utama maupun Ruang Anggrek.

Maka yang membuat saya ke sana hari itu adalah acara launching buku Sejuta Pelangi Oki Setiana Dewi. Kenapa launching buku tersebut yang pertama menarik perhatian saya? Selain faktor Oki yang seorang artis, juga faktor cover buku yang saya kenali jenis alphabet dan embellishment yg dipakai :p Dan, karena ini launching biasanya ada book signing juga :D

Dan benar saja, karena saya agak kesiangan, suasana panggung utama sudah dipadati pengunjung yang ingin melihat OSD (singkatan populer untuk Oki Setiana Dewi).

Menghadiri launching Sejuta Pelangi ternyata harus kuat mental. Bukan apa-apa, bikin terharuuu bgt. Bikin ini air mata mendesak-desak pengen membanjir. Sosok OSD ini subhanallah... Muda, cantik, artis terkenal, dan memanfaatkan posisinya untuk menggerakkan banyak orang menuju kebaikan. Seperti kata Astri Ivo yang juga hadir di sana, mensyukuri semua nikmat Allah itu dengan berbuat, dan @oki_setiana membuktikannya dengan berbuat bagi lingkungan.

Oki sepertinya memakai busana yang sama dengan yg dikenakan di cover bukunya ya?

Usai launching saya langsung menuju stand Mizan. Karena menurut prediksi booksigning with OSD pasti bakal rame, jadi ketika tahu ada Sejuta Pelangi edisi khusus bertanda tangan saya langsung ambil yang itu saja. Diskon 20%.


Saya sudah mengantongi satu buku. Lalu berkelilinglah saya, menclok dari satu stand ke stand yang lain. Sembari melihat2 saya menyempatkan diri buka Twitter dan kebetulan bgt liat tweet mba @Helvy katanya mau booksigning bersama sang adik @AsmaNadia di stand Toko Gunung Agung. Whoaa! Ini juga ga boleh dilewatkan.

Acaranya masih cukup lama, tapi inilah enaknya pameran di Istora, ada banyaaaak bangku di sana :D Jadi saya ngaso dulu sebelum acara book signing dimulai.

Sayangnya buku2 di stand Gunung Agung hanya didiskon 10%. Mulanya saya cuma beli Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali (versi baru Ketika Mas Gagah Pergi), tapi lalu juga mencomot Twitografi Asma Nadia. Jadilaah saya minta tanda tangan keduanya plus... foto bareng! \^_^/

Bareng Helvy Tiana Rosa
Bareng Asma Nadia, mba Asma ini selalu menulis "Think Big!" setiap kali membubuhkan ttd di bukunya utk menyemangati pembacanya

Tiga buku tiga tanda tangan dan dua foto bareng. Lumayan juga ya :D

Penerbit: Asma Nadia Publishing
Lokasi: Stand Toko Gunung Agung
Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali - Helvy Tiana Rosa
Twitografi Asma Nadia - Asma Nadia

Penerbit: Mizania
Lokasi: Stand Mizan
Sejuta Pelangi - Oki Setiana Dewi

Ga terasa dari jam 11 siang hingga setengah 5 sore saya di area IBF dan kaki sudah mulai protes minta diselonjorin, jadi pulanglah saya dengan membawa 4 buku.

Eh? Tunggu deh... 4? Bukan 3? Bukan, karena ada satu lagi buku yg memang saya incar, sama sekali bukan buku Islami sih tapi saya tahu penerbit satu ini selalu memberi diskon mantab di saat book fair, jadi saya menyempatkan diri mencari dan tentu saja membeli. Diskon 40%. Bukunya ini... :D
 
Penerbit: Ufuk
Lokasi: Stand Ufuk
Pretty Little Liars - Sara Shephard
Masih ada stiker harganya tuh, 27rb saja! :D
Misi hari ini sukses!

Sampai di rumah langsung sibuk baca-baca jadwal acara IBF. Serius deh, acara2nya bagus-bagus. Talkshow, launching dan bedah bukunya bikin pengen dateng tiap hari! Tapi jelas ga mungkin tiap hari ke sana. Saya masih menimbang-nimbang nih hari apa lagi ya enaknya ke sana?

***

Islamic Book Fair 2012
9 - 18 Maret 2012
Jadwal acara: