Friday, March 16, 2012

Antri Buku Gratis di Leksika

Rabu kemarin saya menjemput buku gratis di Leksika Bookstore Kalibata City. Ga pake syarat macem-macem tinggal datang jam 13.00 & 19.00 trus tunjukin KTP untuk didata, bawa pulang deh buku gratisnya.

Sumber: Facebook Leksika Kalibata City
Buku gratis di Leksika Kalibata City ini setiap hari loh dan yang ditawarkan setiap harinya berbeda-beda. Kebetulan sekali hari itu buku gratisnya Nadrenaline - buku traveling tulisan Nadine Chandrawinata. Saya memang lagi pengen buku itu karena penasaran (selalu deh alasannya penasaran :p) dan juga karena Sabtu besok mau ada book signing-nya :D

Kalibata City ga terlalu jauh dari lokasi saya, tapi sebenarnya ga terlalu dekat juga. Meski begitu menjangkaunya cukup mudah, makanya saya berangkat. Naik kendaraan umum 2 kali selama kurang lebih 30 menit. Total pengeluaran 20rb rupiah untuk angkot dan es krim (yag dibeli karena Rabu kmrn panas benerrr :p), plus dapet buku yang dipengen; gratis! Hepi? Jelas! \^_^/

Rp. 39.000 ==> Rp 0


Buku-buku yang disediakan Leksika dalam program buku gratis ini bagus-bagus loh. Tapi, satu orang hanya bisa mengambil jatah 1 buku per minggu. Jadi ga bisa tiap hari sih, yaaah kecuali kalo kamu nitip orang yang beda-beda tiap hari (niat banget :p) Tapi dengan begitu, kita pasti akan mengambil buku yang memang kita minati, kalo ga terlalu pengen ya biar buat yang lain aja yang lebih menginginkan, betul? ;) Pilihannya pun dari berbagai genre, jadi pasti ada buku yang pas untuk semua orang.

Beberapa buku lain yang pernah masuk daftar buku gratis


Petugasnya juga ramah bgt kok, bukan tipe yang bete sinis gitu sama yang ngambil gratisan :D

Asik kan?

Untuk info buku gratis apa yang ditawarkan setiap harinya, follow aja @Leksika_KC.

Saya baru bisa ambil jatah lagi minggu depan, deg-degan nih kira-kira bukunya apa yaa? :D

***
Tambahan

Tata cara klaim buku gratis:

- Registrasi dulu (bagi yang mengambil untuk pertama kali), kemudian antri untuk mengambil buku. Atau, antri dulu, ambil buku, kemudian ke bagian layanan pelanggan untuk registrasi. Kadang petugas akan menyarankan yang demikian supaya ga keburu kehabisan bukunya.

- Buku akan dibagikan dalam jumlah terbatas, pada jam 13.00 & 19.00, datanglah lebih awal supaya kebagian. Untuk buku yang banyak peminat kadang antrian sudah panjang sebelum waktu pengambilan dibuka.

- Satu orang hanya dapat mengambil buku gratis 1 buah setiap minggunya. Semisal kita ambil hari Senin, maka baru bisa ambil lagi Senin berikutnya.

- Selamat berjuang! Semoga dapet buku gratis yang dipengen yaa! ;)




Tuesday, March 13, 2012

Berburu tanda tangan @IslamicBookFair 2012

Hari Minggu 11 Maret kemarin saya melipir ke wilayah Senayan tepatnya Istora untuk menyambangi Islamic Book Fair 2012. Saya cukup rutin ke IBF (yah tepatnya sih rutin ke berbagai book fair :p) dan  biasanya saya datang di hari terakhir - saat padat-padatnya pengunjung itu. Agak berbeda, kali ini saya sudah ke sana di hari ke-3. Tapi rupanya, meski baru hari ke-3 ramainyaaa sudah luar biasa. Mungkin karena hari Minggu juga ya.

Jadi, apa yang dicari di IBF? Wah ini jawabannya bisa jadi essai sepuluh halaman :p Yang sudah jelas, di sana banyak buku dari berbagai penerbit yang dijual dengan harga miring. Kalau ada buku incaran yang kemaren-kemaren belum kebeli karena alasan dana, inilah saatnya. Tentu saja, karena IBF, kebanyakan yg dijual adalah buku-buku Islami. Novel pun umumnya novel2 Islami. Tetapi beberapa stand membawa serta beberapa koleksi novel umum mereka.

Namun bagi saya, IBF kali ini lebih untuk mengincar ilmu baru ketimbang buku baru (soalnya buku baru udah menumpuk niih :p), makanya fokus saya lebih ke acaranya baik yang digelar di Panggung Utama maupun Ruang Anggrek.

Maka yang membuat saya ke sana hari itu adalah acara launching buku Sejuta Pelangi Oki Setiana Dewi. Kenapa launching buku tersebut yang pertama menarik perhatian saya? Selain faktor Oki yang seorang artis, juga faktor cover buku yang saya kenali jenis alphabet dan embellishment yg dipakai :p Dan, karena ini launching biasanya ada book signing juga :D

Dan benar saja, karena saya agak kesiangan, suasana panggung utama sudah dipadati pengunjung yang ingin melihat OSD (singkatan populer untuk Oki Setiana Dewi).

Menghadiri launching Sejuta Pelangi ternyata harus kuat mental. Bukan apa-apa, bikin terharuuu bgt. Bikin ini air mata mendesak-desak pengen membanjir. Sosok OSD ini subhanallah... Muda, cantik, artis terkenal, dan memanfaatkan posisinya untuk menggerakkan banyak orang menuju kebaikan. Seperti kata Astri Ivo yang juga hadir di sana, mensyukuri semua nikmat Allah itu dengan berbuat, dan @oki_setiana membuktikannya dengan berbuat bagi lingkungan.

Oki sepertinya memakai busana yang sama dengan yg dikenakan di cover bukunya ya?

Usai launching saya langsung menuju stand Mizan. Karena menurut prediksi booksigning with OSD pasti bakal rame, jadi ketika tahu ada Sejuta Pelangi edisi khusus bertanda tangan saya langsung ambil yang itu saja. Diskon 20%.


Saya sudah mengantongi satu buku. Lalu berkelilinglah saya, menclok dari satu stand ke stand yang lain. Sembari melihat2 saya menyempatkan diri buka Twitter dan kebetulan bgt liat tweet mba @Helvy katanya mau booksigning bersama sang adik @AsmaNadia di stand Toko Gunung Agung. Whoaa! Ini juga ga boleh dilewatkan.

Acaranya masih cukup lama, tapi inilah enaknya pameran di Istora, ada banyaaaak bangku di sana :D Jadi saya ngaso dulu sebelum acara book signing dimulai.

Sayangnya buku2 di stand Gunung Agung hanya didiskon 10%. Mulanya saya cuma beli Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali (versi baru Ketika Mas Gagah Pergi), tapi lalu juga mencomot Twitografi Asma Nadia. Jadilaah saya minta tanda tangan keduanya plus... foto bareng! \^_^/

Bareng Helvy Tiana Rosa
Bareng Asma Nadia, mba Asma ini selalu menulis "Think Big!" setiap kali membubuhkan ttd di bukunya utk menyemangati pembacanya

Tiga buku tiga tanda tangan dan dua foto bareng. Lumayan juga ya :D

Penerbit: Asma Nadia Publishing
Lokasi: Stand Toko Gunung Agung
Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali - Helvy Tiana Rosa
Twitografi Asma Nadia - Asma Nadia

Penerbit: Mizania
Lokasi: Stand Mizan
Sejuta Pelangi - Oki Setiana Dewi

Ga terasa dari jam 11 siang hingga setengah 5 sore saya di area IBF dan kaki sudah mulai protes minta diselonjorin, jadi pulanglah saya dengan membawa 4 buku.

Eh? Tunggu deh... 4? Bukan 3? Bukan, karena ada satu lagi buku yg memang saya incar, sama sekali bukan buku Islami sih tapi saya tahu penerbit satu ini selalu memberi diskon mantab di saat book fair, jadi saya menyempatkan diri mencari dan tentu saja membeli. Diskon 40%. Bukunya ini... :D
 
Penerbit: Ufuk
Lokasi: Stand Ufuk
Pretty Little Liars - Sara Shephard
Masih ada stiker harganya tuh, 27rb saja! :D
Misi hari ini sukses!

Sampai di rumah langsung sibuk baca-baca jadwal acara IBF. Serius deh, acara2nya bagus-bagus. Talkshow, launching dan bedah bukunya bikin pengen dateng tiap hari! Tapi jelas ga mungkin tiap hari ke sana. Saya masih menimbang-nimbang nih hari apa lagi ya enaknya ke sana?

***

Islamic Book Fair 2012
9 - 18 Maret 2012
Jadwal acara:


Wednesday, February 1, 2012

Book Quote: Clockwork Angel


"Mencintai sama hebatnya dengan dicintai.
Cinta bukanlah sesuatu yang bisa tersia-sia"
James "Jem" Carstairs, hal. 629

"Aku tahu kau tidak merasa seperti manusia, dan kau merasa berbeda, jauh dari hidup dan cinta, tapi...
Aku janji, laki-laki yang tepat tidak akan peduli"

James "Jem" Carstairs, hal. 631-632


Friday, October 21, 2011

Ke Depok Jostein Gaarder Kukejar

Jadi, setelah beberapa hari lalu saya menulis tentang pertemuan dengan Jostein Gaarder di Gramedia Matraman Jakarta, ini adalah kelanjutannya.

Merasa belum puas dengan satu jam bersama pengarang yang terkenal dengan Dunia Sophie-nya ini, pada Rabu 12 Oktober, sehari setelah jumpa penggemar itu, saya pun melancong ke Depok tepatnya Perpustakaan Universitas Indonesia.

Perjalanan dari rumah saya ke Depok itu bukan perjalanan yang terlalu mudah. Selain jauh, itu pertama kalinya saya pergi ke sana seorang diri! Buta arah, buta kendaraan, modalnya tanya sana-sini.. ow satu lagi, hanya dengan berbekal uang 25ribu rupiah :D (ini gara-gara kemarinnya lupa ke ATM hehe) Jadi ga ada opsi untuk yang namanya taxi! :p Tantangan lainnya, harus tiba sebelum pukul 10 pagi, so.. tak ada ruang untuk nyasar yang biasanya menjadi kebiasaan saya haha...

Tapi saya harus melakukannya, tidak bisa tidak. Jostein Gaarder bukan sekedar penulis terkenal, saya mungkin tidak akan terlalu peduli jika beliau hanya sekedar penulis terkenal. Kata "terkenal" tidak mengandung makna apapun bagi saya. Beliau adalah penulis yang tulisan-tulisannya punya tempat khusus di hati saya, kesempatan ini entah kapan akan datang lagi. Jadi.. mari kita berpetualang! :D

Misi saya ke Perpustakaan UI ada 2:
1. Menemukan titik temu antara filsafat dan lingkungan, yang masih belum saya pahami
2. Foto bareng oom Jostein! :D

Jostein Gaarder hadir di Perpustakaan Universitas Indonesia dalam rangka memberi kuliah umum dalam rangkaian Polar Norway Exhibition.


Acara ini, karena di kampus, agak lebih formal ketimbang acara di Gramedia tentunya. Meski demikian, Jostein sempat berseloroh soal kebiasaannya minum coke saat memberikan kuliah "Saya mestinya dibayar oleh Coca Cola Company, nih!" LOL Dari Penerbit Mizan yang menjadi host di acara hari Selasa, saya tahu bahwa beliau ini selalu minum saat talkshow atau sejenisnya, dan minumannya tidak pernah "bening" :D

Fokus hari itu adalah tentang pelestarian lingkungan.

Jostein kembali mengutarakan, "Jika saya harus memilih antara hidup panjang tetapi bumi rusak atau mati hari ini tetapi bumi tetap lestari, maka saya akan memilih untuk mati sekarang saja."

Lalu tibalah sesi tanya-jawab, di mana saya selalu kalah cepat :p, namun untungnya pertanyaan yang sama ada yang menanyakannya.

Tentang Dunia Sophie, Sophie Prize, filsafat dan lingkungan
Sekali lagi Jostein menegaskan jika saja ia menulis buku itu hari ini, isinya akan berbeda. Ia tidak menulis tentang lingkungan, karena kita lebih peduli terhadap lingkungan saat ini ketimbang 20 tahun yang lalu saat beliau menulis Dunia Sophie.
Bahwa pertanyaan paling filosofis saat ini adalah bagaiamana kita bisa menjaga kelestarian alam ini.

Daan.. akhirnya keluarlah kata kunci itu; "earth is part of my identity"
Itulah aha! moment saya. Seketika saya paham.

Jika bumi dan alam ini adalah bagian dari identitas kita, bagian dari jawaban atas pertanyaan paling mendasar "Siapa saya?" maka wajarlah jika kita tidak ingin kehilangan identitas tersebut, kita harus menjaga agar bumi ini lestari!

Bagaimana mempertahankan kelestarian bumi agar terhindar dari kerusakan, sejalan dengan bagaimana kita bisa tetap berpegang pada identitas diri agar tidak kehilangan jati diri sebagai manusia. Manusia, yang tidak akan ada jika bumi ini tidak tersedia untuk tempat kita tinggal.

Rasanya, saat itu juga saya ingin memeluk oom Jostein karena sudah memberi pencerahan di hari yang luar biasa cerah itu :D

Semoga, kelak akan ada dari Indonesia yang meraih Sophie Prize yaa!



***

Misi pertama sukses!

Selanjutnya, Jostein Gaarder memberikan sesi tanda tangan di area Polar Norway Exhibition.

Saatnya menjalankan misi ke-2. Hari itu saya membawa Bibbi Bokken untuk ditandatangani. Sebenarnya di sana Times Bookstore membuka stand dan menjual beberapa buku yang belum saya miliki, sayangnya saya tidak membawa uang *tepok jidat tiga kali. Jadi, cukuplah Bibbi Bokken saja.

Bibbi Bokken sayapun ga mau kalah ikut bertanda tangan :D

Saya adalah orang ke-3 di barisan antrian yang segera mengular di belakang saya. Daan.. akhirnyaaa bisa berfoto bareng oom Jostein..! Yaaaay!! Makasiih yaa oom, dan makasiiih banget sama yang ngantri di belakang saya yang udah bersedia motoin *pelukcium


Keseluruhan pengalaman itu rasanya seperti mimpi. Saya benar-benar menikmatinya. Kapan-kapan datang lagi ya oom Jostein! Nanti saya traktir coke deh :D


Monday, October 17, 2011

Akhirnya! Bertemu Jostein Gaarder!

Pertama-tama ijinkan saya membuka posting ini dengan “Gyaaaa~!!” :D

Ya, bukan sulap bukan sihir, Jostein Gaarder memang hadir di Jakarta. Dan saya, sebagai penggemar Dunia Sophie ga mungkin rela melewatkan kesempatan bertemu beliau.

Dunia Sophie sudah bertengger di posisi atas daftar buku terfavorit saya selama.. hmm.. berapa tahun ya..? 10 tahun? Kurang-lebih. Yang jelas, buku ini, biarpun setelahnya saya membaca berbagai buku yang tak kalah menawan tapi tetap bisa bertahan sebagai jawara di hati saya. Bukan hanya karena pelajaran filsafatnya, tapi terutama karena kejutan luar biasa tentang kebenaran identitas Sophie sang tokoh utama!

Saya masih ingat ketika itu membaca Dunia Sophie di tempat tidur (jangan ditiru ya adik-adik :p), ketika sampai di bagian penyibakan siapa Sophie sebenarnya, saya langsung ternganga, lalu tertawa terbahak-bahak seraya melempar buku itu (ke ranjang kok melemparnya, saya kan sayang buku :D). Saya berkata, “Ini sinting!” Saya belum pernah dipermainkan oleh cerita begitu rupa selain oleh Dunia Sophie, dan karenanya saya penasaran siapakah yang menulis buku sesinting itu :D

Dan, hari Selasa dan Rabu 11-12 Oktober lalu saya, akhirnya, memuaskan rasa penasaran itu! Jostein Gaarder hadir di Jakarta; Selasa di Gramedia Matraman dan pada hari Rabu-nya di Perpustakaan UI Depok untuk memberikan kuliah umum.

Perasaan saya ketika pertama kali melihat beliau benar-benar tak terkatakan. Ini dia orangnya! Ini dia, yang telah mempermainkan saya dengan Dunia Sophie-nya!! :D


Jostein Gaarder, pria kelahiran Oslo, Norwegia 8 Agustus 1952 itu hadir di lantai 1 Gramedia Matraman Jakarta sekitar pukul 12 siang. Bertubuh tinggi besar, saya pikir suara beliau akan berat tetapi ternyata suara dan gaya bicara beliau terdengar ringan dan lincah, segera mengingatkan saya pada Pak BJ Habibie :)



Dalam acara yang dipadati fans Jostein Gaarder tersebut, beliau mengungkapkan beberapa hal..

Tentang anak-anak dan filsafat
 Jostein banyak menjadikan anak-anak sebagai tokoh utama ceritanya, meskipun cerita tersebut cukup “berat” dan mengandung banyak mengandung filsafat. Menurut beliau, anak-anak selalu terpesona pada apapun, sedang orang dewasa mudah terbiasa pada semua hal.

Jostein mengambil contoh dongeng HC Andersen yang berjudul The Emperor’s New Clothes (Baju Baru Kaisar) dimana seorang raja memamerkan baju barunya yang luar biasa yang hanya bisa dilihat oleh orang pandai. Tak seorang pun tidak merasa heran dan justru ikut memuji pakaian sang raja karena tidak mau dianggap bodoh karena tidak bisa melihat baju sang raja. Dan seorang anaklah yang dengan heran dan jujur berkata, “ Dia telanjang!”

Jostein Gaarder juga mengungkapkan bahwa sejak kecil sudah merasa bahwa ia merupakan bagian dari misteri, dari sesuatu yang lebih besar.

Tentang karya favoritnya
Jostein mengatakan, meski sulit untuk memilih karena ia menyukai semua karyanya seperti seorang ayah mencintai semua anak-anaknya, ia menyebut The Solitaire Mystery (Misteri Soliter) dan The Ringmaster’s Daughter (Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Mimpi) sebagai tulisan favoritnya. Jostein juga mengaku sangat menyukai Cecilia - tokoh anak perempuan dalam Through the Glass, Darkly yang sangat melekat di hatinya seakan-akan ia putrinya sendiri. (Jostein tidak mempunyai anak perempuan, beliau hanya memiliki anak laki-laki)

Tentang buku, cerita dan surat
Menurut Jostein, informasi apapun jika disampaikan dalam bentuk cerita akan lebih mudah diingat dan melekat lebih lama dalam memori kita.

Dalam novel-novelnya Jostein banyak bercerita melalui surat. Mengapa surat? Karena ia ingin menceritakan sebuah kisah, dan juga kisah di luar kisah tersebut. Seperti halnya ketika seseorang menceritakan tentang mimpi yang dialaminya, maka informasi yang kita dapatkan bukan hanya tentang mimpi tersebut tetapi juga mengenai orang yang mengalami mimpi itu. Di balik sebuah kisah yang diceritakan di dalam surat, terdapat keberadaan sang penulis. Dari sebuah surat, kita bisa mendapatkan identitas sang penulis sekaligus cerita di balik surat tersebut.

Ketika menulis Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, yang ditulisnya atas permintaan untuk membuat buku tentang buku, Jostein menulis bersama Klaus Hagerup. Dalam proses penulisannya, Jostein dan Klaus bertukar materi penulisan melalui fax, sehingga nyaris seperti kedua tokoh dalam buku tersebut yang saling bertukar buku surat.

Jostein mengagumi betapa teknologi telah begitu maju. Kini tak perlu lagi repot bertukar tulisan melalui fax, sudah ada email. Jostein juga menyinggung tentang The Castle of The Pyrenees di mana tokoh utamanya saling berkirim email, bentuk lain dari surat-menyurat.

Tentang Dunia Sophie
Jostein menceritakan bahwa Dunia Sophie ditulisnya tanpa ekspektasi apapun. Jostein bahkan mengira buku tersebut tidak akan laku sampai-sampai beliau berkata pada sang istri, “ Aku sedang menulis buku yang tidak akan menghasilkan uang” yang serta-merta dijawab oleh istrinya, “Kalau begitu, cepat selesaikan!” :p

Seandainya tahu bahwa buku tersebut akan sangat laku dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, bahkan India, Indonesia, Jostein akan memasukkan lebih banyak lagi ke dalam buku tersebut termasuk di dalamnya filsafat India, Muslim, Sufi, dan lain-lain.

Tentang Sophie, wanita dan filsafat
Tak pelak Dunia Sophie adalah karya Jostein yang paling identik dengan filsafat, meski filsafat banyak juga dimasukkan ke dalam buku-buku beliau yang lain. Lantas, mengapa Jostein memilih karakter Sophie – seorang anak perempuan – sebagai karakter utama dalam novel filsafatnya?

Mengenai ini Jostein menjelaskan bahwa karakter dalam novel filsafatnya haruslah wanita, ‘Sophie’ diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti kebijaksanaan, sedang filsafat adalah upaya untuk mencapai kebijaksanaan. Dalam tata bahasa barat, kata “wisdom” merupakan jenis kata feminin (dalam beberapa bahasa di Eropa, kata sering dibedakan dalam kelompok kata feminin dan maskulin)

Menurutnya sangat wajar wanita diidentikkan dengan filsafat dan kebijaksanaan karena wanita memiliki kebutuhan untuk mengerti, sementara laki-laki lebih ingin dimengerti.

Lantas mengapa filsuf kebanyakan laki-laki? Jostein mengemukakan teorinya bahwa dahulu wanita tidak mendapat kebebasan untuk menuntut ilmu, dan sesungguhnya ada filsuf wanita tetapi kurang dikenal.

Tentang filsafat dan teori filsafat yang paling disukai
Ini serupa dengan pertanyaan “siapa filsuf favorit saya” katanya. Bagi Jostein sangat sulit untuk menjawabnya karena setiap filsuf membahas hal-hal yang unik dan berbeda, dan teori mereka masing-masing sangatlah menarik dan menggambarkan keadaan sejarah suatu masa tertentu.

Lebih jauh mengenai filsafat, menurut Jostein, filsafat terdiri atas pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, beberapa pertanyaan filsuf sudah dapat dijawab. Seperti misalnya seperti apa dunia ini, ada apa di balik bulan, cara kerja tubuh manusia, dan lain sebagainya.. Meski demikian, selalu ada misteri lain untuk dipecahkan, sehingga semakin kita mengerti semakin pula kita mengerti bahwa banyak hal yang belum kita mengerti. Namun ada juga pertanyaan-pertanyaan yang masih akan terus kita cari jawabannya seperti “apa itu cinta?”, “apa itu keadilan?” Pertanyaan semacam ini tidak memiliki jawaban pasti. Kita akan selalu menanyakan pertanyaan ini lagi dan lagi.

Agama, menawarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah Tuhan itu ada?”, “apakah ada kehidupan sesudah mati?” dapat dijawab oleh agama. Karenanya tidak ada pertentangan antara filsafat dengan agama.

Tentang Sophie Prize
Di luar dugaan, Dunia Sophie menjadi buku yang sangat laris dan menghasilkan sangat banyak uang. Dari sana Jostein dan istrinya – Siri Dannevig – mencanangkan Sophie Prize sebagai penghargaan terhadap organisasi/penelitian/perorangan yang berperan dalam kelestarian lingkungan, karena keduanya sangat peduli pada alam dan lingkungan.

Tentang Filsafat dan Lingkungan
Sudah pasti ini menjadi pertanyaan selanjutnya. Jawab Jostein, bagaimana kita dapat menjaga kelestarian alam ini merupakan pertanyaan paling filosofis saat ini. Dan jika ia menulis Dunia Sophie saat ini, ia pun akan banyak memasukkan tentang lingkungan. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab global, tapi tanggung jawab kosmik.

Terakhir, Jostein menyatakan bahwa setiap kita lahir dengan rasa penasaran, keingintahuan. Pada dasarnya semua orang lahir sebagai filsuf. Sayangnya, seiring usia, kita menjadi terbiasa akan segala sesuatu. Bagi manusia dewasa, dibutuhkan stimulan luar biasa untuk membangkitkan keterpanaan, seperti obat-obatan, hantu, alien... Bagi Jostein, tidak dibutuhkan alien untuk membuatnya terpesona, karena dirinya sendiri adalah alien, yang hingga kini setiap kali terbangun di pagi hari masih terpana dan bertanya, "Siapa saya?"

"I'm still amazed!" ujarnya mengakhiri perbincangan.

*** 

Fiuh, apa kalian masih bersama saya? :D Ya, hanya satu jam saja pertemuan kami, tapi kalau diceritakan ternyata panjang juga ya... haha... ini sih karena saya yang ga bisa berhenti aja :p

Oya, tentu saja, setelah sesi bincang-bincang, ada sesi tanda tangan. Saya membawa Dunia Sophie dan Gadis Jeruk – keduanya Gold Edition terbitan Mizan (sayangnya saya gagal menemukan koleksi lama saya huhuhu) – untuk ditandatangani. Plus 2 titipan dari Mas Tanzil dan Fanda. Keduanya blogger buku yang aktif, sayang sekali karena lokasi di Bandung dan Surabaya tidak memungkinkan mereka untuk datang. Aah sayang sekali ya, padahal bisa ketemuan :)

Isi tas saya siang itu :D
Yaay Dunia Sophie & Gadis Jeruk sudah ditandatangani oom Jostein!!
Di acara tersebut saya juga bertemu dengan admin @bukunya, yang di bulan Agustus lalu mengadakan kuis #GaarderFest di mana saya memenangkan Bibbi Bokken :D

Kemudian acara pun selesai... Lalu saya memandangi punggung oom Jostein dengan sedih ketika beliau melangkah meninggalkan area sudut lantai 1. Bertemu sudah, tanya-jawab sudah, tanda tangan sudah. Tapi, masih ada sesuatu yang kurang. Ada yang belum saya mengerti dengan jelas, seperti ada sesuatu yang hilang yang membuat saya masih belum memahami hubungan antara Dunia Sophie – filsafat – Lingkungan. Demi mencari mata rantai yang hilang inilah, saya bertekad untuk berpetualang mengejar Jostein Gaarder ke Depok esok harinya. Tambahan lagi, saya kan belum sempat foto bareng beliau :D

Bagaimana ceritanya? Apakah misteri terpecahkan setelah menempuh jalan berliku dari Kalimalang ke Depok? :D Ditunggu ya teman..! Besok atau lusa mampir lagi ke sini yaaa.. ;)

***

Sedikit oleh-oleh untuk yang ga bisa datang ke acara jumpa dengan Jostein Gaarder, ini ada secuil video :D Saya menontonnya berkali-kali :p semoga mengobati rindu pada oom Jostein.

PS: Buat yang belum baca Dunia Sophie, sebaiknya berhenti di menit 13:45, karena ada spoiler sesudahnya!!



Friday, July 22, 2011

Times Amazing Book Race

Wah udah hari Jumat lagi, perasaan baru kemarin saya seru-seruan berlomba di Times Amazing Book Race. Acaranya Sabtu 16 Juli lalu. Dalam rangka ulang tahunnya, Times Bookstore ngadain Amazing Book Race yang ternyata adalah event tahunan dan ini udah book race yang ke-3! Doh, ke mana aja saya??

Waktu pertama liat iklannya saya emang pengen banget ikut tapi ga ada temen, maka acara inipun terlupakan dari benak saya sampe beberapa hari sebelum hari H, Times lewat twitternya @timesbookstore ngasih giveaway Free Pass untuk ikutan acara itu. Aduh mau dong, tapi sama siapa? Eeeh tnyata di timeline muncul 2 nama yang ikutan nyamber pengen Free Pass juga; @ikmar dan @dianputi. Langsung aja saya sahutin "Kalian ikutan? Gabung doong!" Seketika itu juga tim kami terbentuk :)) :)) FYI, saya pernah ketemu @dianputi tapi @ikmar belum, jadi kami ini bener2 tim yang terbentuk via Twitter :D Dan, Times dengan baiknya memberi kami free pass tersebut.. yaaayy!! Siap beraksi!

Sabtu pagi, para peserta berkumpul di Times Bookstore Kemang Village. Di sana kami di-briefing dulu, plus dibekali dengan sebuah orange tshirt, tas, bolpoint daan sekotak kue yang langsung saya lahap *belum sarapan euy! :D

Jadi cara mainnya begini; lomba akan diadakan di 3 tempat, pos pertama di Times Kemang Village. Pos 2 dan 3 akan diketahui setelah memecahkan petunjuk lokasi. Di setiap pos ada 3 buku yang harus ditemukan. Untuk menemukan masing-masing buku ada 3 petunjuk; petunjuk pertama dikasih gratis, tapi klo kita minta petunjuk 2 dan 3, point kita dikurangi 5 untuk setiap petunjuk tambahan yang diminta. Setiap buku harus ditemukan dalam waktu 10 menit, lewat dari itu dianggap gagal. Setelah mendapat semua buku, baru deh dikasih ptunjuk lokasi untuk pergi ke lokasi selanjutnya.

Tim 7 siap! | Pic by doublerimage

Di Kemang Village, kami berhasil mendapat 2 buku. Buku pertama salah karena terjebak petunjuk T_T Tapi buku 2 dan 3 bisa didapat dengan cukup cepat.

Pos selanjutnya adalah Times Bookstore PX - Puri. Nah, dari sinilah kami mulai mencium aroma kekalahan. Pasalnya, ternyata kami datang paling belakangan. Sepertinya kami salah jalan gitu hihi :p Mana dicegat polisi pulak LOL :)) Yasud laah.. yang penting selesaikan tugas! Tantangan di sini yang paling beraattzz! Kami harus ke counter Harley Davidson di lantai dasar, untuk mendapatkan petunjuk. Trus ke Gold Gym di lantai 3 untuk menyelesaikan tantangan. Hyaaa aampuuun.. tnyata dong kami harus workout dikit di Gold Gym.. Dikit? Apanya yg dikit kalo lutut rasanya mo copot..! hahaha.. ketauan deh ga pernah olahraga :)) :))

Pos terakhir Times Bookstore UPH. Buku pertama adalah salah satu dari seri Wimpy Kids.. tapi karena binun yg mana kami bawa aja semuanya :)) Firasat saya sih buku ke-2 yang warna biru, tapi.. Yak! Dan tnyata bener buku ke-2! *Tepok jidat. Next book, buku arsitektur Bali Home. Dan yang terakhir, yang paling ngeselin; Sherlock Holmes! Gampang banget kan? Saya langsung tahu itu jawabannya, tapi nyarinyaaaa setengah mati. Muter2in rak2 Times nyari deretan buku Sir Arthur Conan Doyle ga ketemu2. Cari di rak Fiksi dan Misteri ga ketemu. Jreng! Rupanya desye nangkring dengan manisnya di rak buku Klasik! *tepok jidat lagi

Tantangan nyari buku pun selesai. Berikutnya, ada group challenge. Beberapa tim bergabung menjadi 1 grup. Tim kami, tim 7, bergabung dengan tim 8 dan 9. Di tantangan beregu ini kami harus menebak harga buku. Harga yang paling mendekati mendapat poin. Selanjutnya tebak judul; salah satu memeragakan dan yang lain menebak judul buku yang diperagakan itu. Group challenge ini seru banget. Jadi ajang mengakrabkan diri dengan peserta lain juga.

Kami menang group challenge looh.. hoho :D

Laluu.. ini dia yang ditunggu-tunggu; pengumuman pemenang. Meski tahu ga bakal menang, tapi tetep aja berharap siapa tahu panitia salah itung LOL *ngarepdotcom Pemenangnya bikin saya terbengong-bengong.. nilainya 200 poin lebih! HAH?! Hebaaattt!! *Sambil diem-diem ngitung, poin kami minus berapa ya? :p

The winners; 1st winner dapet tiket pp ke Singapura by Lufthansa!
we're all having fun! | Pic by doublerimage

It was a truly amazing event! Super tired, but super fun at the same time! Thank you @timesbookstore for the free pass to join this book race, and of course @ikmar & @dianputi for the day! It's definitely another experience to treasure. See you all some other time! ;)

Sekarang, mo banyak-banyak baca, biar taun depan bisa menang :D *ngelirik tumpukan buku yang ngantri minta dibaca..

Happy weekend! ;)

Friday, July 1, 2011

Video Book Review: City of Bones

Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu, konon ada pepatah yang berkata begitu. Setelah pertama kalinya bikin video bbrp waktu lalu itu, sekarang pertama kalinya saya merekam diri saya sendiri ngomong (klo di video terdahulu sy "bisu") dan dengan pedenya meng-upload-nya ke Youtube. Ngeblog dan mejeng di blog itu satu hal, tapi merekam diri sendiri untuk konsumsi publik itu hal yang lain.. Maluuu yaa tnyataaah.. :)) :)) :)) Hail to all vloggers all around the blogosphere who have done this regularly.

Berawal dari Penerbit Ufuk yang menantang untuk membuat video book review tentang salah satu buku terbitan mereka, dengan iming2 hadiah 5 buah buku yang boleh dipilih sendiri. Hiyaaa gimana saya bisa berpaling dari tantangan semacam itu? LOL.. Selain itu, saya juga baru tau klo tnyata ada juga ya yg ngereview buku pake video, kirain cuma lewat tulisan ajah :p Tertantang, maka sayapun memutuskan urat malu dalam sekali tebas. Tshaaah! Maka jadilah video ini. Banyak sangat kekurangannya, mohon diampuni ya.

Without further ado, here's my video book review for City of Bones.


Judul: City of Bones
ISBN: 978-602-8224-80-2
Penulis: Cassandra Clare
Penerbit: Ufuk
Halaman: 664







*
*
*
Daan.. tnyata saya menang, darling.. Yaay! *Joget pisang*
Hadiahnya.. katanya boleh milih, beneran ga ya? Pilih apa ya? City of Glass udah pasti, 4 lagi apa yaa..? *pilih2