Friday, December 14, 2012

Fantasy Reading Challenge 2013

Kalo sempet iseng nengokin Tentang Saya, akan tertera di sana bahwa genre Fantasi menempati salah satu posisi dari dua genre terfavorit. Berhubung basic saya manga, anime dan game (di mana fantasi sangat dekat dengan mereka), jadi ketika pasar buku mulai diramaikan oleh genre satu ini, dengan mudahnya saya kepincut.

Ya ga heran kalo kemudian penghuni timbunan saya banyak juga berasal dari genre ini. Maka demi mengikis ketinggian timbunan, saya dengan gempita menyambut Fantasy Reading Challenge yang di-host oleh Maria dan Ally.


Berikut list buku fantasi yang (rencananya) akan dibaca di Fantasy Reading Challenge 2013:

1. Vampire Academy #1
2. Vampire Academy #2: Frostbite
3. Vampire Academy #3: Shadow Kiss
4. Vampire Academy #4: Blood Promise
5. Abarat #1
6. Abarat #2: Days of Magic, Nights of War
7. Reckless
8. The Child Thief
9. Nicholas Flamel #1: The Alchemyst
10. Nicholas Flamel #2: The Magician
11. Nicholas Flamel #3: The Sorceress
12. Nicholas Flamel #4: The Necromancer 

Untuk additional challenge:
1. Indo Fantasy: Anak Rembulan
2. Award Winner: Kafka on The Shore
3. Mythology: Lavinia
4. Movie Adaptation: I Am Number Four / Cloud Atlas
5. High Fantasy: Riftwar Saga #1: Magician Apprentice


Sesuai banget dengan tujuannya mau ngurangin timbunan buku yang belum dibaca, buku-buku untuk tantangan ini ga perlu nyari-nyari or bela-beli lagi, semuanya sudah ada tinggal comot horee! Kecuali Lavinia yang sekarang masih dalam perjalanan.

Tentu saja, list bisa berubah sesuai kebutuhan :D Doakan sayaa, moga bisa menyelesaikan tantangan ini dengan seksama dan dalam tempo yang setepat-tepatnya.

Yang mau ikutan tantangan ini, keterangan lengkapnya di sini.

Wednesday, December 5, 2012

Wishful Wednesday #3

Aih ketemu Rabu lagi...


Wishful Wednesday kali ini saya mau...


Wreck This Journal
Keri Smith

Deskripsi:
Suitable for anyone who's ever wished to, but had trouble starting, keeping, or finishing a journal or sketchbook comes, this book features a subversive collection of suggestions, asking readers to muster up their best mistake - and mess-making abilities to fill the pages of the book (and destroy them).

Buku ini sebenernya bukan buku bacaan, tapi buku jurnal atau activity book. Waduh sah ga ya, masuk ke Wishful Wednesday? Boleh lah yaa... yaa... *ngerayu host >.<

Tapi ini bukan sembarang buku jurnal, karena... coba aja lihat perintah-perintah yang ada di dalamnya; "crack the spine", "stand here, wipe your feet", "pour, spill your coffee here"... Hii... *langsung merinding ngebayangin ngerusak jilid buku harga 140-an ribu.

Meski banyak instruksi yang berkesan destruktif, buku dari Keri Smith ini "memaksa" penggunanya bener-bener menggunakan si buku jurnal. Dan jenis "paksaan" itu berupa instruksi-instruksi yang cukup ekstrem. Kalo diingat-ingat, ga jarang saya beli buku jurnal dan membiarkannya kosong karena bukunya terlalu cantik dan sayang untuk ditulisin :p Nah, mungkin dengan jurnal satu ini saya lebih berani, ga takut-takut, dan lebih kreatif dalam mengisi lembaran hidup *tsaah

Contoh hasil kreatif pemilik Wreck This Journal:

Instruksi: Fill this page with circles
Kiri oleh: fuckyeahbookarts
Kanan oleh: hannahakaskatergirl

Hm... sekalian mendamba box set-nya boleh juga kali yaa #uhuk
Keri Smith Box Set

Yuk share Wishful Wednesday-mu:
1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Tuesday, December 4, 2012

Lupa Waktu Nikmati Buku di Jakarta

Menikmati Jakarta bukan hanya tentang keindahan bangunan-bangunan tuanya, keunikan budayanya, atau kuliner aneka rupanya, tapi juga kemeriahan dunia bukunya.

Toko buku bertebaran di ibu kota; dengan menawarkan berbagai kelebihan dan keunikan masing-masing. Namun bicara buku bukan monopoli toko. Adalah pameran-pameran buku yang membuat warna Jakarta semakin semarak.

Ada beberapa pameran buku yang rutin diselenggarakan di Jakarta, memenuhi kalender tahunan ibu kota.

Di kuartal awal, ada Islamic Book Fair. Pameran buku-buku Islami ini biasanya hadir di kisaran bulan Maret. Pada pameran ini, penerbit mengeluarkan koleksi buku-buku seputar Islam; dari mulai Al Quran, buku pedoman ibadah, hingga novel-novel roman Islami. Tentu saja tak hanya buku, diskusi perbukuan Islam maupun bedah buku juga meramaikan pameran ini.

Memasuki pertengahan tahun ada Jakarta Book Fair, atau Pesta Buku Jakarta. Digelar di bulan Juni-Juli. Segala macam buku ada di sini. Harganya? Sudah pasti serba murah.

Terlewat 2 event sebelumnya? Tak perlu galau, karena di sepertiga akhir tahun ada Indonesia Book Fair yang diselenggarakan di sekitar Oktober-November.

Ajang perbukuan lain yang tidak kalah menarik adalah Festival Pembaca Indonesia (Indonesian Readers Festival / IRF), yang hadir di bulan Desember. Agak berbeda dengan pameran buku lainnya, festival ini adalah ajang berkumpul para kutu buku. Diperuntukkan bagi para pecinta buku baik individu, komunitas, perpustakaan maupun rumah baca untuk saling bertemu, dan tentu saja mempromosikan program masing-masing.

Pameran dan festival buku tersebut umumnya berlangsung 1-2 minggu, dengan dua kali akhir pekan. Jadi, bagi yang tak bisa hadir di hari kerja, tersedia kesempatan dua kali weekend. Terkecuali IRF, yang hanya diadakan 1 hari saja.

Jika sudah mengunjungi pameran buku, saya bisa lupa waktu. Ada banyak keriaan ketika mengunjungi pameran buku. Tidak hanya kebahagiaan karena berhasil membawa pulang banyak buku dengan harga murah, tetapi juga karena asupan ilmu yang didapat ketika menghadiri acara-acara peluncuran buku maupun diskusinya. Belum lagi kemungkinan bertemu penulis favorit, mendapat wejangan langsung dan menyimpan kenang-kenangan dengan berfoto bersama. Itu pula sebabnya, banyak juga yang datang ke pameran lebih dari satu kali (saya salah satunya :D).

Bersama Helvy Tiana Rosa di Islamic Book Fair

"Think Big!" pesan Asma Nadia

Kadang ada artis juga loh :D

Seriusnya Atiqah Hasiholan dan penulis Ayuwidya membubuhkan tanda tangan di buku

Menyerap inspirasi dari para penulis muda

Salah satu yang dipamerkan stand Perpustakaan Nasional

Tersedia photo-corner, boleh dong pose sama belanjaan :D

Tak heran, jika pengunjung pameran buku bukan hanya warga Jakarta. Banyak warga daerah lain sengaja mengunjungi Jakarta bertepatan dengan pameran buku agar bisa mampir juga ke sana. Tak jarang rombongan pelajar pun hadir dari luar ibu kota khusus untuk menjenguk pameran-pameran buku tersebut. Maka sesungguhnya pameran buku Jakarta merupakan salah satu potensi wisata MICE ibu kota.

Karena menghadiri pameran buku bukan hanya tentang belanja buku, dan karena pengunjung pameran buku di Jakarta bukan hanya warga ibu kota, maka pengaturan dan kepastian jadwal sangat diharapkan. Jangan sampai terulang misalnya, pameran ditiadakan satu hari karena sesuatu dan lain hal. Atau jadwal bedah buku A dengan penulis X dijadwalkan hari tertentu ternyata dimajukan, dimundurkan atau bahkan ditiadakan. Terbayang jika ada rombongan yang datang dari luar kota, tentu sangat mengecewakan bagi mereka.

Tiga dari empat acara buku yang saya sebut di atas selalu berlokasi di Istora Senayan yang cukup strategis, dengan HTM gratis. Selain cukup nyaman karena ber-AC, juga tersedia banyaaak bangku untuk beristirahat recharge energi :D Untuk fasilitas, saya cukup senang karena dalam beberapa kesempatan yang saya hadiri sudah ada mushola tambahan, dan juga mobil ATM. Yang terakhir itu membantu jika tiba-tiba terlalu banyak godaan di dalam >_<

Saya berharap ajang buku di Jakarta bisa menjadi agenda perbukuan internasional yang diperhitungkan. Dengan konsep dan materi yang semakin dikembangkan, tidak hanya warga luar kota tapi juga luar negeri bisa berdatangan ke pameran buku Jakarta. Siapa tahu kelak J.K. Rowling atau Cassandra Clare hadir juga di pameran buku di Jakarta, atau para penggila buku mancanegara ramai-ramai ikut berkumpul di IRF... ^_^

*
Tulisan ini dibuat untuk:


Thursday, November 29, 2012

Mercutio (Romeo and Juliet): Character Thursday #2

Reading Romeo and Juliet feels incomplete if not matching it with a little talk about this guy; Mercutio.

Mercutio is one of Romeo's bestfriends. He's not a Montague nor a Capulet. It is from his connection with Capulet that he gets invitation to the party, in which Romeo manages to come and meet Juliet.

Mercutio is a fun, witty, humorous person. But at times, his jokes are rude.. he just makes me want to punch him right on the face LOL. He is also moody, easily outbursts, provocative even.

If love be rough with you, be rough with love ~ Act I, Scene IV
If love be blind, it cannot hit the mark ~ Act II, Scene I
Good Peter, to hide her face; for her fan's the fairer face
~ Act II, Scene IV
Farewell ancient lady, farewell ~ Act II, Scene IV
And but one word with one of us? couple it with something; make it a word and a blow ~ Act III, Scene I

In 1968 movie adaptation Romeo and Juliet; John McEnery

In a loosely anime adaptation Romeo x Juliet

In 1996 movie Romeo + Juliet; Harold Perrineau Jr. 
Probably my most favorite Mercutio :D

Though he's not a main character, it is very interesting that Shakespeare made him play an important role. It is his temper thus his death that turns the story upside down.

At his rage before he dies, he curses the Montagues and Capulets;

A plague o' both your houses!
They have made worms' meat of me; I have it,
And soundly too; your houses!
~ Act III, Scene I


An English poet John Dryden wrote "Shakespeare show'd the best of his skill in his Mercutio, and he said himself, that he was forced to kill him in the third Act, to prevent being killed by him." Source: here.

Mercutio's death brings a massive grief to Romeo. Not only under the loss of a friend, but also because Romeo feels that it is partly his fault. The grief that plots Romeo into killing Tybalt, leading to his own banishment and the tragedies after.

*

Don't forget to join Character Thursday and LRP monthly meme


And of course; Let's Read Play Event ;)

Terjerat Penguin Threads

"Saya adalah wanita yang lemah adanya,
mudah goyah karena cover buku nan cantik menggoda"
~ pengakuan >_<

Ketika membeli buku klasik, unsur "collectible" sangat dicari. Novel klasik - karena kebanyakan masa copyright-nya sudah kadaluarsa - bisa diperoleh dengan bebas di internet. Karenanya, setiap saya harus mengeluarkan kocek untuk sebuah novel klasik, nilai collectible itu yang dikejar (kecuali mungkin ketika membeli edisi terjemahan). Begitu pula dengan buku-buku cantik ini;
 

Emma - Jane Austen
Black Beauty -  Anna Sewell
The Secret Garden - Frances Hodgson Burnett

Tampak depan

Tampak belakang

Ya, apa lagi kalau bukan hasil lapar mata di Bookdepository. Sempat juga saya jumpai di Kinokuniya Plaza Senayan Jakarta, tapi toko buku ini punya kebijakan menempelkan stiker harga langsung pada buku - yang tentu saja sangat tidak saya sukai terutama untuk buku yang ingin dikoleksi karena cover indahnya seperti ini.

Awalnya hanya ingin membeli The Secret Garden, mengingat buku ini salah satu buku favorit saya sejak kecil. Tapi.. hm.. Emma-nya cantik juga ya plus saya belum baca. Lalu.. desainer cover Black Beauty juga sama dengan dua lainnya, jadi... oke... kenapa ga tiga-tiganya saja sekalian! Oyeah, kurang lebih $15 kali 3! *langsung 3 bulan puasa belanja baju XD*.

Ketiga buku ini termasuk dalam rangkaian Penguin Threads. Sesuai namanya, cover-cover cantiknya disulam dengan benang, lalu dicetak di atas kertas hingga menghasilkan embos yang memberi kesan seakan-akan cover tersebut benar-benar sulaman benang.

Salahkan Penguin Threads yang bikin koleksi sekiyut inih!

Bertekstur bak kain berbordir. Betapa saya suka sekali menyentuhnya!

Lebih unik lagi, bukan hanya bagian luarnya saja yang tampak timbul bagai tersulam benang, bagian dalam pun terlihat seperti bagian belakang kain sulaman.

Bagian dalam cover buku

Ilustrator cover bagi tiga novel klasik ini adalah Jillian Tamaki, seorang ilustrator asal Kanada yang kini tinggal di Brooklyn, New York.


Sebagian dari proses pembuatan
(diambil dari blog Jillian Tamaki)



Oya, cover-nya French flap; ada tambahan yang terlipat ke dalam.
French flap

...yang jikalau digelar memanjang akan tampak seperti ini;
Terpaksa ambil dari sumber lain karena ga tega ngegelarnya :p | Sumber: di sini

Dan tak lupa untuk menambah kesan shabby dan klasik; deckle edge.

Deckle edge

Ada 3 buku lagi dari jajaran Penguin Threads yang sudah terbit; Little Women, The Wizard of Oz, The Wind in The Willows. Ilustrator cover-nya berbeda, dan karena style-nya kurang sesuai dengan selera saya, jadi fiuhh selamat deh dompet.

Eits tunggu, kan ada saudara dekat Penguin Threads; Penguin Deluxe (yang sejenis hanya saja tidak menggunakan embos layaknya sulaman itu) tapi itu... adalah kisah panjang lainnya lagi... :D

Wednesday, November 21, 2012

Wishful Wednesday #2

Hari Rabu.. waktunya menggantungkan harapan pada bintang... e bukan, pada Astrid dari Books To Share, karena spesial di Rabu ini 2 orang yang beruntung bakal terkabulkan harapannya \^_^/


Buku inceran saya hari ini adalah...

Pride and Prejudice
Penulis: Jane Austen
Edisi: Penguin English Library
Tersedia di: Bookdepository

Sebenarnya saya sudah baca Pride and Prejudice edisi terjemahan. Tapiii... demi melongok ke daftar judul edisi Penguin English Library, dan menemukan cover oren ceria ini jadi ngiler... Mauu banget buku ini untuk koleksi.

Pride and Prejudice adalah novel Austen pertama saya, dan seketika menjadikan saya fans penulis wanita itu. Cara Austen mengembangkan cerita melalui karakter para tokohnya bikin saya kepincut.

Semoga kali ini bintang sedang baik pada saya dan mengabulkan harapan di Rabu siang ini... :D

*

Yuk share Wishful Wednesday-mu.
Khusus hari ini ada giveaway-nya looh, info lengkapnya => di sini.

1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

The Story of Juliet and her Romeo

Two families in Verona have a long history of fights and rivalry. The Montagues and The Capulets are like fire and powder, explode as they touch. To give the readers this picture, the story begins with a brawl between the two houses.

Romeo, the only son of Montague, appears as a young boy helplessly in love with a girl named Rosaline.
Is love a tender thing? it is too rough,
Too rude, too boisterous, and it pricks like thorn.
~ Romeo, Act I Scene IV

Until one day at a party held by The Capulets, as he and his friends manage to sneak into, Romeo has the change of heart. He falls in love with the prettiest girl he sees there, which turns out to be Juliet - the only daughter of Capulet. Juliet also has her heart beating for Romeo.
My only love sprung from my only hate!
Too early seen unknown, and known too late!
Prodigious birth of love it is to me,
That I must love a loathed enemy.
~ Juliet, Act I Scene V
Is she a Capulet?
O dear account! my life is my foe's debt
~ Romeo, Act I Scene V
Romeo and Juliet exchange vows in front of Friar Lawrence, who agrees in the hope of peace this bound might bring to the two rivals. This love seems to be a hint of peaceful future in Verona.

The balcony scene in an 1870 oil painting by Ford Madox Brown | Source: here

The plot thickens and switches into a reverse when Tybalt - Juliet's cousin - dies in Romeo's hands, as a revenge to Mercutio's death. Romeo is banished. In desperation of losing Romeo, Juliet can't stop tears from falling. Misunderstood by her parents who assume that her nonstop crying is a sign of grief over Tybalt's death, she is about to be put into a wedding with Paris. Panic, Juliet cries for Friar Lawrence's help.

Friar Lawrence gives a special potion that will make Juliet asleep but appear as dead. The plan is; Romeo should find Juliet at the time she awakes, and they can run away. Romeo is meant to be part of the plan, but he never gets the letter Friar Lawrence send him. And then... I think you know the rest.

So yes, being a tragedy - where the protagonist must die - Romeo and Juliet die in this play. As much as I had hoped that somehow the story would have been different... well of course such a wish is foolish :p. But reading such a famous and well-known play like Romeo and Juliet is never about knowing the ending. It's more about enjoying the lines, finally tasting how The Bard created such intense dialogues in a heart-throbing tale of love.

Juliet woke up to find Romeo was dead | Source: here


First ed Title Page | Source: here
I picked this as the first for Let's Read Play. It's my first time reading William Shakespeare's Romeo and Juliet. I kind of knew how the story goes, but never actually read it before.

Believed to be adapted from a poem by Arthur Brooke, I understand now why this play is such a classic. It's beautiful, romantic, funny at the same time. Romeo and Juliet successfully covers the beauty in youth's love, how naive yet passionate it is.

Shakespeare designed this play into a fast-paced 5-day story, filled with woos and woes, and some good laughs. Perhaps that is how youth's love would be, as portrayed in the play; rough but sweet, timid but bold, always in haste, short-minded, full of misunderstanding... and die so soon. I recalled myself back when I was their age, when I could fall in love with some guy at school like he would have been the love of my life, to only forget about him the next week I fell for another :p
...the sweetest honey
Is loathsome in his own deliciousness
And in the taste confounds the appetite
Therefore love moderately; long love doth so,
Too swift arrives as tardy as too slow
~ Friar Lawrence, Act II Scene VI

To put it into today's perspective, this play also depicts the importance of adult's guidance in young-adult's romance. Parents need to have their eyes wide open to see and understand such a wave of passion. The tragedy is not only the result of the young ones who are recklessly in love, with their inability to communicate. It is also because of the adults who neglect the signs, with their refusal to compromise. It is good for Romeo and Juliet to have an adult to talk to - Friar Lawrence - who is trustworthy, though might not be as wise.

I can also get it now, how characters in books can recite this play line by line, how writers somehow at some point need to look up to it. The words seem timeless, relevant. I myself have to restrain my fingers from tweeting each line >_<

Able to grasp the mood, I immediately "re-read" it by watching the 1996 movie. And the magic moment happened. There - after several years - at my second attempt to watch DiCaprio's Romeo+Juliet, I did (finally!) cry at "Kissing You" scene. I felt it, the heartache that I searched in that movie (which I didn't find the first time I watched it because I had no idea what they're talking about :p). Hungry for more, I moved on to the older one; 1968 movie. If only I could go to a theater and watch a live performance...

I'll talk about the movies some other time, but here's to sum up; I think I can never get bored with this one. I love it today, and I believe will still adore it tomorrow, and years from now.

So I offer thee
5 cups of hot creamy coffee,
for this sweet deary
yet tragic love story...



Romeo and Juliet is a play by William Shakespeare
Published: 1597
Ebook by Feedbooks

***


More posts in this blog regarding Romeo and Juliet:
- Juliet's quote in Weekend Quote #1
- Mercutio in Character Thursday