Friday, July 1, 2011

Video Book Review: City of Bones

Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu, konon ada pepatah yang berkata begitu. Setelah pertama kalinya bikin video bbrp waktu lalu itu, sekarang pertama kalinya saya merekam diri saya sendiri ngomong (klo di video terdahulu sy "bisu") dan dengan pedenya meng-upload-nya ke Youtube. Ngeblog dan mejeng di blog itu satu hal, tapi merekam diri sendiri untuk konsumsi publik itu hal yang lain.. Maluuu yaa tnyataaah.. :)) :)) :)) Hail to all vloggers all around the blogosphere who have done this regularly.

Berawal dari Penerbit Ufuk yang menantang untuk membuat video book review tentang salah satu buku terbitan mereka, dengan iming2 hadiah 5 buah buku yang boleh dipilih sendiri. Hiyaaa gimana saya bisa berpaling dari tantangan semacam itu? LOL.. Selain itu, saya juga baru tau klo tnyata ada juga ya yg ngereview buku pake video, kirain cuma lewat tulisan ajah :p Tertantang, maka sayapun memutuskan urat malu dalam sekali tebas. Tshaaah! Maka jadilah video ini. Banyak sangat kekurangannya, mohon diampuni ya.

Without further ado, here's my video book review for City of Bones.


Judul: City of Bones
ISBN: 978-602-8224-80-2
Penulis: Cassandra Clare
Penerbit: Ufuk
Halaman: 664







*
*
*
Daan.. tnyata saya menang, darling.. Yaay! *Joget pisang*
Hadiahnya.. katanya boleh milih, beneran ga ya? Pilih apa ya? City of Glass udah pasti, 4 lagi apa yaa..? *pilih2

Monday, May 30, 2011

The Vampire Diaries: The Struggle

Melanjutkan Buku 1 The Awakening, Stefan menghilang dengan membawa serta tuduhan atas penyerangan dan pembunuhan Mr. Tanner, salah seorang guru di Robert E. Lee Highschool. Elena tahu bukan Stefan pelakunya. Pasti Damon. Dan Stefan menghilang, ini pun pasti perbuatan Damon. Stefan tidak mungkin menghilang begitu saja setelah apa yang mereka bagi bersama hari itu; saat Stefan meminum darah Elena dan Elena meminum darah Stefan.

Namun Damon menolak memberi tahu, alih-alih ia mengatakan bahwa Stefan telah tewas. Tak menyerah, Elena pun meminta Bonnie mencarinya dengan kekuatan ramalannya. Ketika akhirnya ditemukan, Stefan pun diinterogasi polisi tapi tentu saja tidak ditemukan bukti apapun sehubungan dengan pembunuhan Mr. Tanner, namun itu tidak mengubah pandangan penduduk Fell's Church dan siswa-siswi Robert E. Lee begitu saja. Mereka tetap mencurigai Stefan. Dan Elena, yang mati-matian membela Stefan, berubah drastis kehidupannya; dari gadis terpopuler di sekolah, menjadi gadis paling tidak diinginkan kehadirannya.

Terkucil dari kehidupan sekolah, kecuali oleh sahabat-sahabatnya Bonnie dan Meredith, beban Elena tidak hanya sampai di situ. Damon telah memperlihatkan diri di kota. Kini ia terang-terangan melancarkan aksinya untuk mendapatkan Elena. Pesona Damon memikat semua orang, bahkan Bibi Judith - bibi Elena yang menjadi pengganti orang tuanya setelah mereka meninggal dunia - dan kekasihnya pun ikut-ikutan menjodoh2kan Damon dengan Elena.

Belum lagi soal buku harian yang hilang, mulai meneror Elena. Perbuatan jahat terencana Caroline dan Tyler yang bertujuan membuktikan keterlibatan Stefan dalam penyerangan pria gelandangan di bawah jembatan. Elena harus memperoleh kembali buku itu atau Stefan akan diusir dari kota. Tapi di mana buku itu? Pencarian pertama gagal total. Lalu Damon yang menawarkan diri untuk menemukan buku itu dengan syarat Elena harus mau bersamanya selama 1 jam. Haruskah ia menerima tawaran itu, menyerahkan dirinya pada Damon demi menyelamatkan Stefan?

Membaca The Vampire Diaries: The Struggle; saya dibuat cinta mati sama Damon.. :D Deskripsi tentang dirinya di awal-awal buku sukses menggambarkan keseksian Damon. Bahkan tanpa bayang-bayang Ian Sommerhalder (pemeran Damon dalam tv series-nya) pun, terasa banget betapa menawannya cowok vampir satu ini.

Tiba-tiba Damon tertawa, jantung Elena pun tersentak dan mulai berdebar kencang. Ya Tuhan, dia begitu indah. Tampan merupakan kata yang terlalu lemah dan tidak berwarna untuk menjabarkannya. Seperti biasanya, derai tawanya hanya bertahan sebentar. Namun, bahkan saat mulutnya berhenti bergelak, masih tersisa binar tawa di matanya.

Aaaww aaawww..!

Dalam buku ini hubungan antara Elena dan Damon berkembang. Stefan yang terlalu lemah setelah pertarungannya dengan Damon tidak terlalu mengambil peran. Elena banyak menutupi keadaan sebenarnya dari Stefan karena khawatir jika Stefan tahu kebenarannya, ia akan murka dan mencari Damon, sementara ia tahu Stefan tidak akan menang dari Damon.

Kekuatan psychic Bonnie pun semakin absah. Beberapa kali ia "terasuki" dan mengatakan hal-hal yang menjadi nyata, atau hal-hal tersembunyi yang tidak diketahui siapapun.

Satu-satunya hal yang mengganggu buat saya adalah Elena yang terlalu sering memberikan darahnya untuk Stefan dan Damon. Kayanya Elena ini cocok deh jadi bintang iklan obat penambah darah :p
 >.<

Seperti halnya The Awakening, The Struggle juga berakhir menggantung. Ga ada pilihan lain selain harus cepat-cepat beli Buku 3 atau saya bisa gelisah siang malam karena penasaran :p Tapi jatah belanja buku bulan ini udah habis, musti tunggu sampe akhir bulan depan T_T Oh, Damon wait for me yaah..

Judul: The Vampire Diaries: The Struggle
ISBN: 978-979-024-209-8
Penulis: L.J. Smith
Penerbit: Atria
Halaman: 282

Sunday, May 22, 2011

The Vampire Diaries: The Awakening

Elena: cantik, pirang, ratu sekolah. Cowok mana yang ga akan bertekuk-lutut di hadapannya. Namun di tengah kepopulerannya, ia merasakan sesuatu yang kurang. Ia merasa belum menemukan sesuatu yang penting; cowok yang benar-benar membuatnya jatuh cinta dan mencintainya, "rumah"-nya. Sampai akhirnya ia bertemu cowok itu.

Stefan: tampan, acuh, vampir. Lahir di akhir abad 15. Terpesona pada Elena bahkan sebelum ia melihatnya. Ia merasakan kehadiran gadis itu sebagai aura kuat yang menggoda. Dan ketika ia benar-benar melihat wajah Elena, jiwanya bergelora. Betapa miripnya gadis itu dengan wanita di masa lalunya - wanita yang amat dicintainya; Katherine. Wanita yang mengubahnya menjadi vampir.

Damon: mata hitam kelam bahkan lebih gelap dari malam, pesona yang tidak dapat disangkal, kakak Stefan, juga vampir, hanya lebih kuat. Dipengaruhi oleh rasa persaingan dan kebencian pada adiknya, pemuda itu tidak pernah melepaskan Stefan dari pengamatannya, bahkan selama berabad-abad ini. Ketika melihat Elena, ia tahu ia harus memilikinya, dengan cara apapun.

Elena Gilbert dibuat penasaran setengah mati pada Stefan, murid baru di sekolah menengah Robert E. Lee. Mengapa Stefan selalu menghindarinya, mempermalukannya di depan teman-temannya. Dia, gadis paling cantik dan populer sesekolah?? Di antara dirinya dan Stefan, seperti ada dinding tinggi dan tebal yang tak tertembus apapun dan siapapun. Bisakah ia, Elena, mendobrak masuk pertahanan Stefan?

Lalu peristiwa demi peristiwa aneh pun mulai meruak di Fell's Church, membuat kedamaian lingkungan itu terusik.. penyerangan, pembunuhan.. Benarkah aman bagi Stefan untuk berada di antara manusia atau tepatnya amankah para manusia itu dengan Stefan di tengah-tengah mereka? Yakinkah ia bahwa ia memiliki cukup pengendalian diri dan tidak akan melukai mereka?

Dan Damon, mau apa dia di kota ini?


Sejujurnya saya agak kesulitan untuk menamatkan buku yang hanya setebal 281 halaman ini.

Pertama, saya sangat tidak tergoda dengan ilustrasi covernya. Saya menghargai buku sebagai satu benda utuh luar-dalam, ilustrasi seperti pada cover The Vampire Diaries: The Awakening ini benar-benar kurang mengesankan bagi saya. Meski kemudian saya mulai melihat kecantikan Elena dalam ilustrasi tersebut, saya tetap bersyukur Atria mengubah desain sampul seri-seri berikutnya.

Kemudian, saya agak terganggu dengan terjemahannya. Entah kenapa saya lebih menyukai aku-kau sebagai bahasa buku, ketimbang aku-kamu. Juga beberapa istilah yang tidak tepat seperti "anak laki-laki" untuk mewakili Stefan? Err.. Mungkin versi aslinya "boy" tapi bukan berarti harus diterjemahkan sebagai anak laki-laki kan, kalau sudah SMU. Kadang kita menyebut teman sekelas kita dengan sebutan "anak-anak" tapi tidak untuk menarasikan kehadiran Stefan, rasanya. Untungnya seiring lembar demi lembar, penerjemah tampaknya menemukan kata yang lebih tepat dibandingkan "anak laki-laki" yaitu "cowok". Dan seiring dengan cerita yang semakin intens saya pun akhirnya terbiasa dengan aku-kamu.

Namun dari segi cerita, The Vampire Diaries ini sangat menarik. Khas cerita fiksi fantasi remaja, ringan tapi membius. Pertama kali terbit tahun 1991 dan hanya dibuat dalam 3 volume. Namun karena desakan pembaca, L.J. Smith akhirnya menulis lanjutannya. Kini serial ini sudah diangkat ke layar kaca dan menjadi salah satu serial TV yang paling diminati di Amerika. Saat ini Atria sudah menerbitkan 4 serinya dan saya benar-benar berharap Atria menerbitkan semua seri The Vampire Diaries ini.

Semakin membaca, saya benar-benar jadi semakin tertarik. Terutama pada bagian Katherine. Keberadaan dan kematiannya serta karakternya terasa aneh. Dan tentu saja tentang Damon. Ya, saya harus segera membaca Buku 2. Damon I'm coming..!!

Yang udah baca dan melahap TV Seriesnya, jangan spoiler ya.. :D

Judul: The Vampire Diaries: The Awakening
ISBN: 978-979-0242-07-4
Penulis: L.J. Smith
Penerbit: Atria
Halaman: 281

Monday, January 24, 2011

The Man Who Loved Books Too Much

Ini hutang review dari tahun lalu, waktu saya mendapat paket dari Vixxio, karena memenangkan giveaway-nya. Namanya aja Vixxio yang merupakan toko buku bekas online, jadi pasti deh hadiahnya buku. Pertanyaannya; buku apa? Gyaah gampang bgt pertanyaannya.. jelas2 judul bukunya disebutin di judul posting ini.. *gubrak! Berarti pertanyaan berlanjut; seperti apa dan gimana cerita bukunya? Yuk, sama-sama kita buka paketnya..!

The Man Who Loved Books Too Much


Buku terbitan Alvabet ini bercerita tentang seorang pria bernama John Gilkey yang sangat menyukai buku, namun untuk mendapatkan buku-buku demi melengkapi koleksinya, ia mencuri. Modus operandinya selalu sama namun sangat efektif; berpura2 membeli sebuah buku langka melalui telepon kemudian membayarnya dengan salah satu dari nomor2 kartu kredit yang sudah dikoleksinya terlebih dahulu.

Kemudian sebagai lawan tangguhnya, adalah Ken Sanders, seorang bibliodick - detektif dalam bidang buku, yang luar biasa geram dengan aksi Gilkey dan bertekad menangkap basah dirinya. Misi lainnya adalah menemukan koleksi buku hasil curian yang masih disembunyikan Gilkey.

Uniknya, Gilkey berkali-kali tertangkap, berkali-kali ditahan selama beberapa waktu meski tidak pernah terlalu lama, namun itu tidak membuatnya kapok. Ia justru semakin bersemangat untuk mencuri buku lebih banyak lagi. Di dalam buku setebal 300 halaman ini kita akan mengikuti perjalanan Gilkey dalam mengumpulkan buku2 langka dengan atas nama kecintaannya pada buku dan ambisi pribadinya mengkoleksi buku.

Kisah yang dituturkan Allison Hoover Bartlett dari sudut pandang dirinya ini merupakan kisah nyata, meskipun saya tidak banyak melakukan riset sendiri untuk membuktikan bahwa ini benar2 kisah nyata; soalnya waktu saya tanya ke dik Google ttg John Gilkey, yang muncul justru seorang artis sirkus, dan kalaupun ada ttg Gilkey sang pencuri, literaturnya hanya dari buku Allison ini. Jadi saya hanya bisa percaya pada informasi genre yang tertera di halaman 2 di bawah ISBN; Kisah Nyata.

Saat membaca satu dua halaman, entah kenapa saya langsung teringat pada Professor and The Mad Man, untuk kemudian di tengah2 buku mendapati bahwa Allison tnyata sangat menggemari buku tersebut. Mungkin buku itu pula yang memotivasinya menulis buku ini. Mengingat sampai saat ini sy belum jg berhasil menamatkan Professor and The Mad Man, di bbrp halaman awal sy sempat ngeri jangan2 buku ini bakal berakhir sama; nangkring di rak buku tanpa pernah selesai dibaca, tapi tnyata saya justru ga bisa berhenti membacanya!

The Man Who Loved Books Too Much memuat banyak hal tentang dunia buku dan kolektor buku. Karenanya, bagi pecinta buku bahkan yang amatiran seperti sayapun, buku ini terasa dekat dan mewakili.

Seperti petikan berikut:
Hal. 127 (klik utk perbesar)

Sy ngerasain bgt! Betapa sy berdebar2 hanya dengan melihat di internet gambar2 dari bbrp buku pertama saya; Serial Tini (yg paling pertama sy miliki berjudul Kiki Kelinci), dan betapa inginnya saya memiliki buku2 tersebut lagi. Sepanjang buku ini, sy sama sekali ga bisa merasakan kenapa edisi pertama begitu penting. Bagi sy buku2 tertentu yg memiliki "sejarah" bersama saya-lah yg paling ingin sy koleksi.

Juga tentang "kekuatan" buku fisik bila dibandingkan dengan buku elektronik (e-book):
Hal. 217 (klik utk perbesar)

Buku ini pun menyelipkan humor yang menggelitik, seperti:
Hal. 178 (klik utk perbesar)

Ending-nya menarik, lebih tepatnya menjanjikan..! Hmm tapi itu rahasia, cukup kedip2 aja y buat yang udah baca.. ;) Yang belum baca, baca dong!

Secara keseluruhan, buku ini seperti mak comblang yang akan mempertemukan kembali cinta kita pada buku manakala mungkin kita sudah melupakannya.. menyalakan lagi bara dari hasrat terpendam untuk mengkoleksi buku dan membakar semangat untuk sebuah mimpi; punya perpustakaan pribadi impian masa kecil!

Setidaknya, begitulah efeknya pada saya.. Saking terpengaruhnya sama buku ini, klo kamu liat list buku yg saya baca sepanjang tahun 2010 lalu (lihat list-nya di sini), setelah buku ini di urutan No. 7, ga lama kemudian saya membeli box set Malory Towers dan St. Clare - yg sdh sejak lama tertunda - dan melahapnya nonstop! Efek pada Anda? Silahkan dirasakan sendiri.;)
 ***
Special thanks to Vixxio for the book! ;)
Follow Vixxio on Twitter, karena sering ada bagi2 buku looh.. :D

Thursday, March 4, 2010

Book Quote: Moga Bunda Disayang Allah

moga bunda disayang allah tereliye
Aku tahu, kau sama frustasinya denganku. Sama sebalnya. Sama marahnya. Tapi kita tidak boleh berputus asa.. Tidak boleh. Kita akan menemukan caranya. Jika tidak, itu bisa jadi akan membuat banyak orang tidak percaya lagi dengan janji-janji Tuhan
Karang

Terima kasih ya Allah! Mungkin kami tidak akan pernah mengerti di mana letak keadilan-Mu dalam hidup. Tapi kami tahu satu hal, malam ini kami meyakini satu hal, Engkau sungguh bermurah hati. Engkau sungguh maha pemurah atas seluruh hidup dan kehidupan
Bunda

Thursday, January 14, 2010

Book Quote: Anne of Green Gables

Anne of Green Gables book
Aku pernah membaca bahwa disebut apapun setangkai mawar, aromanya akan sama harumnya, tapi aku tidak pernah bisa mempercayainya. Aku tidak percaya bahwa setangkai mawar akan sama indahnya jika disebut bunga tahi ayam atau kol sigung
Anne Shirley
Aku akan memberikan yang terbaik dariku, dan aku percaya, hidup akan memberikan yang terbaik juga sebagai ganjaran
Anne Shirley
Tetapi, jika jalan yang terbentang di hadapannya akan menyempit, dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan yang tenang akan bermekaran di sepanjang perjalanannya
Narasi

Tuesday, January 12, 2010

Book Quote: The Kite Runner

kite runner
Tentang rumah sakit:

Inilah rumah Tuhan yang sesungguhnya, di sinilah mereka yang telah kehilangan Tuhan akan menemukan-Nya kembali