Wednesday, April 15, 2015

Reading Challenge & Giveaway Hop Winners

Baiklah, terima kasih untuk semua yang udah ikut meramaikan Reading Challenge Children & Young Adult Literature, serta Giveaway Hop kami. Moga menambah wawasan tentang bacaan anak & remaja, serta menumbuhkan kembali jiwa muda kita ^^

Oke, sekarang saatnya pengumuman pemenang!

Reading Challenge
Untuk pemenang Reading Challenge; yaitu yang berhasil membaca buku bertema anak & remaja terbanyak selama 13 hari adalah:

Astri Nardi (@astri_nardi)
yang berhasil membaca 20 buku, total poin 160
Syelamaatt!

Untuk Astri, langsung hubungi arimifauziyyah(at)gmail(dot)com yaa paling lambat 17 April 2015, pukul 09.00

Giveaway Hop at Ngidam Buku
Nah yang ini pemenang giveaway-nya Ngidam Buku. Selamat untuk...

Nurina Widiani (@KendengPanali)
yang katanya pernah bercita-cita kalo punya anak cowok mau dikasih nama Hawkeye, meski akhirnya ga jadi XD Gapapa, biar bukan Hawkeye tapi moga lebih pinter dari dia yaa ;)

Buat Nurina, silahkan kirim Nama&Alamat lengkap, No.HP, serta judul buku pilihan, ke theysee(at)hotmail(dot)com ya.
Untuk pilihan bukunya di sini: http://www.bukabuku.com/searches/index/query:imung
Dan di sini: http://www.bukabuku.com/searches/index/author:Robert%20Arthur
Silahkan pilih 1 judul ya.

*

Selamat sekali lagi pada pemenang!

Remember,
Find the inner child in us, stay young at hearts;)

Sampai jumpa di event-event selanjutnyaaa

Saturday, April 4, 2015

Aksi Detektif Cilik Tanah Air (+ Giveaway!)

Ketemu lagi di bahasan tentang detektif cilik, dalam rangka meramaikan event ultah BBI Around The Genre. Kalo kemaren kita jalan0jalan keliling dunia menemui detektif-detektif cilik mancanegara, sekarang kita berpetualang di tanah air bareng detektif-detektif cilik asli Indonesia.

Sebenarnya detektif cilik lokal lumayan banyak, tapi karena keterbatasan bacaan saya selama ini, hanya beberapa saja yang benar-benar saya ikuti sepak terjangnya (dari kecil saya selalu membanggakan diri sebagai kutu buku yang banyak membaca, tapi tetap saja masih lebih banyak yang belum saya baca *aahh...)

Siapa saja mereka?

Trio Tifa
(Bung Smas)

Trio Tifa, trio yang tinggal di Jakarta ini namanya diambil dari nama anggotanya yaitu Tress, Iwon, dan Fia.

Tress Ragapadmi adalah anak perempuan dari keluarga kaya Haryosebrang, duduk di kelas 6 SD. Seharusnya sudah SMP, tapi karena terkena sakit tifus ia gagal mengikuti ujian sekolah, hingga harus mengulang. Ayahnya pemimpin surat kabar Harian Gegap, darinyalah Tress tampaknya menemukan ketertarikan di dunia jurnalistik. Tress sangat pandai melakukan wawancara. Maka di trio ini, untuk urusan mengorek keterangan, Tress-lah jagonya.

Iwon, panggilan untuk Kliwon, teman sekelas Tress. Sama seperti Tress, ia juga semestinya sudah masuk SMP, tapi pernah tidak sekolah satu tahun karena tidak ada biaya, sampai akhirnya pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah menikah. Kondisi ekonomi mereka sangat pas-pasan, karenanya Iwon tahu diri dan menunjukkan rasa terima kasihnya dengan bekerja giat menjadi asisten Bang Ifar - kakak iparnya - yang seorang tukang foto. Karena kemampuannya memakai kamera, Iwon adalah juru foto Trio Tifa.

Iwon sangat sayang pada keponakannya yang masih bayi, yang sering membuat Iwon kelihatan seperti mata duitan - sedikit-sedikit minta imbalan berupa uang - demi membantu kakaknya membelikan susu untuk keponakan tersayangnya itu.

Fia, panggilan untuk Marfiati. Seumur dengan Tress dan Iwon namun sudah duduk di bangku SMP. Gadis kecil yang pandai menulis fiksi. Tulisan-tulisannya sering dimuat di majalah Karib. Malah, Fia sudah punya penggemar yang selalu menanti-nanti cerpen karangannya. Imajinasinya sangat bebas, seringkali proses penyelidikan Trio Tifa bermula dari imajinasi Fia tentang suatu kejadian.

Ayahnya mantan napi, rumah mereka agak miring, sehari-hari Fia membantu di pasar burung untuk mendapatkan tambahan uang. Meski begitu, ia sama sekali ga minder, satu hal yang selalu membuat Tress kagum padanya.

Dalam beraksi, Trio Tifa sering dibantu oleh Pak Tohar, supir keluarga Haryosebrang.

Trio Tifa dan Noni, terbitan Gramedia

Noni
(Bung Smas)

Noni, nama aslinya Prita. Gadis tomboy asal Semarang, terkenal se-Krapyak. Punya dua kakak lelaki bernama Anggada dan Anila, yang meski sayang pada Noni tapi sering dibuat jengkel karena kenakalan gadis itu.

Noni digambarkan selalu memakai kaus berlengan (yang sampai lamaaa baru saya sadari maksudnya t-shirt :p) dan celana pendek. Rambutnya pendek berpotongan ala Lady Di. Ketika dicetak ulang oleh Dar Mizan (yang mentok hanya sampai seri ke-3), diganti menjadi ala Krisdayanti, yang malah bikin bingung lha wong rambut KD kan ganti-ganti, mungkin maksudnya Yuni Shara ya :D Cepat tanggap dalam melakukan analisis dan aksi, maupun mengorganisir teman-temannya, yang semuanya manut sama dia; ga muda ga tua. Sayangnya pinter banget ngelesnya, keras kepala, suka membantah. Meski begitu, ia sering menyesal kalo dirasanya sendiri kenakalannya keterlaluan. Dasarnya dia adalah anak yang lembut, apalagi kalo sudah berurusan dengan Eli, temannya yang yatim piatu.
Apakah pengemis ini Godek yang menyamar?
Hal yang menarik dari petualangan Noni adalah dia selalu bekerja sama dengan seorang pemuda yang dipanggil dengan nama Godek; seorang buron. Ia buron meski sudah insyaf dari dunia hitam. Menolak menyerahkan diri atas fitnah pembunuhan yang ditimpakan padanya, memilih menjadi buron yang diam-diam membantu polisi - melalui Noni - membekuk penjahat. Godek lihai menyamar. Di sinilah bagian yang saya suka; menebak-nebak dari sekian tokoh yang muncul, sebagai siapakah Godek menyamar.

Pulung
(Bung Smas)

Masih dari Bung Smas, satu lagi detektif cilik yang menjadi salah satu favorit saya; Pulung. Tinggal di desa, Pulung adalah anak lelaki sulung dari 2 bersaudara. Berbeda dengan adik lelakinya, Polan, Pulung cenderung terlihat nakal dan keras. Rambutnya kaku, ada codet bekas luka di kelopak mata kirinya yang membuat mata kirinya kelihatan lebih kecil dari yang kanan. Meski mewarisi wajah lembut ibunya, rambut dan bekas luka itu membuatnya makin terlihat seperti bocah bandel.

Rajin ke langgar untuk mengaji, membantu mengisi kolah di sana, sekaligus belajar silat. Berada di bawah asuhan bapak yang keras dan ibu yang lembut, Pulung seperti gabungan keduanya. Dari luar seperti sulit diatur, tapi hatinya lembut luar biasa. Setiap kali membaca kisah Pulung pasti ada momen di mana saya berkaca-kaca, mewek.

Dalam memecahkan kasus, Pulung sering sengaja bersaing dengan pamannya yang polisi, yang sejak naik pangkat memaksanya memanggilnya dengan sebutan Oom Wi. Namun bukan Pulung kalo menurut. Dia tetap menyebutnya dengan sebutan Si Man (singkatan dari 'Paman'), sebutan akrab baginya untuk Oom Wi.

Saya menyukai nuansa kesederhanaan dari serial Pulung. Juga sifat Pulung yang lembut dan agak melankolis (sering mengenang Nansy, sobatnya yang sudah meninggal), namun sengaja atau tidak sering ditutupinya dengan bersikap acuh dan nyelekit. Dari semua detektif cilik yang pernah saya baca - baik lokal maupun mancanegara - Pulung-lah (selain juga Noni) yang paling ingin saya lihat versi dewasanya (ehm)

Kelompok 2&1
(Dwianto Setyawan)

Tiga detektif cilik yang juga favorit saya; Yan, Dede dan Ira, yang tergabung dalam Kelompok 2&1.

Yan (Hardian) dan Ira kakak beradik Mintaraga, digambarkan sebagai anak-anak dari keluarga ideal; ayah dan ibu yang baik dan jujur, yang selalu mampu mengajarkan Yan dan Ira nilai-nilai hidup yang baik, keadaan ekonomi yang meski tidak kaya tetapi cukup. Dari keluarga semacam inilah tumbuh Yan, kakak lelaki yang pandai dalam deduksi, dan pengayom. Serta Ira adik perempuan yang lembut namun tidak penakut.

Dede Sofyan lain lagi. Anak lelaki berkacamata ini berasal dari keluarga kaya, namun kurang mendapat waktu dari kedua orang tuanya. Ayah ibunya selalu sibuk, bahkan di waktu-waktu mereka berjanji hendak jalan-jalan dengan Dede pun suka mereka batalkan karena urusan pekerjaan. Ini membuat Dede tumbuh menjadi anak yang meski dasarnya baik tapi pemberontak. Untunglah ia berada di tengah-tengah Yan dan Ira, sering main ke rumah kedua sobatnya itu meredam sifat kerasnya. Meski Yan lebih baik dalam memikirkan kasus, Dede lah yang lebih cepat memutuskan suatu tindakan.

Yang membuat saya suka dengan mereka? Karena mereka ke mana-mana naik sepeda :D Alasan yang sederhana, tapi gambaran inilah yang sangat representatif dengan saya ketika kecil dulu. Makanya saya merasa dekat dengan petualangan mereka.

Imung
(Arswendo Atmowiloto)

Dalam ingatan saya, Imung sering terlibat dalam kasus yang agak lebih serius dan lebih 'syeram' dibanding detektif-detektif cilik lain. Anak lelaki yang agak slengekan, dengan ciri-ciri korengan di lutut, tapi kepandaiannya mengalahkan polisi.

Imung edisi jadul vs edisi baru

Terbit pertama kali pada 1979 oleh penerbit Gramedia, baru-baru ini Imung dicetak ulang oleh penerbit Plot Point, dengan ilustrasi cover yang menampakkan wajahnya yang bisa dibilang jadi keliatan ganteng, dengan tetap mempertahankan ekspresi agak bandelnya :D Sayangnya saya belum sempat baca edisi baru ini (:p) jadi kurang tau juga seberapa jauh Imung sudah dimodernisasi. Apakah dia masih korengan? (Ini detil yang bikin saya penasaran sama cetulnya, soalnya anak jaman sekarang apa ada yang masih korengan dan tahu apa itu koreng XD) Yang sudah baca, kasitau yaa :D

*

Itulah dia beberapa detektif cilik lokal yang mewarnai hari-hari saya di masa lalu (dan juga kini). Masa kecil saya tidak akan sama tanpa mereka. Kelucuan, kesederhanaan, kecepatan berpikir dan bertindak, serta mengatur strategi, dengan sedikit bumbu benih-benih romansa. Aahh... indahnya masa muda (mulai melow)

***

Baiklah, tunai sudah dua posting tentang detektif cilik dan remaja, untuk meramaikan event Around The Genre BBI. Semoga menghibur dan mengembalikan semangat muda kita semua ^_^9

Sekarang waktunya Giveawaayy

- Tulis di kolom komen, detektif cilik mana (lokal maupun mancanegara) yang pernah/masih jadi favorit kamu. Ceritain singkat aja. Boleh komen di posting ini, atau di posting Around The World with Young Detectives.
Referensi:
Detektif cilik mancanegara: di sini
Detektif cilik Indonesia: di sini dong aah
- Jangan lupa tinggalin data diri (email, twitter)
- Hadiah (pilih salah satu):
1 buku Imung, cetak ulang penerbit Plot Point. Sampai saat ini sudah ada 4 judul yang terbit, kamu boleh pilih satu judul, ATAU
1 buku Trio Detektif, cetak ulang penerbit GPU, sudah cukup banyak judul yang dicetul, pilih satu judul aja ya.
- Pemenang akan dihubungi via email atau twitter.
- Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
- Ditunggu sampai 12 April 2014 aja. Pengumuman 15 April 2014.


Ikuti juga giveaway di blog-blog ini yaa. Rugi bingitz kalo ga ikutan






Friday, April 3, 2015

Around The World with Young Detectives




Hidup selalu lebih menggairahkan dengan sedikit misteri. Tak terkecuali di masa kecil. Saya banyak 'berkenalan' dengan detektif-detektif cilik di sepanjang perjalanan saya sebagai kutu buku. Mereka tersebar di berbagai benua di dunia. Yang saya sebut di sini, hanya sebagian dari mereka.


Siapa favoritmu?

Amerika

Nancy Drew
Nancy Drew movie
Lahir dari Edward Stratemeyer, karakter Nancy Drew bertahan puluhan tahun di bawah asuhan berbagai penulis bayangan yang memakai nama Carolyn Keene. Mulai muncul di 1930, Nancy Drew adalah gadis 16 tahun yang ga bisa menahan diri melibatkan dirinya ke dalam misteri. Seiring waktu, Nancy Drew pun menjadi lebih dewasa dan mulai punya pacar. Setting cerita pun dibuat mengikuti jaman, beradaptasi dengan selera remaja yang terus berkembang. Ga heran Nancy Drew masih terus eksis hingga sekarang.

Encyclopedia Brown
Nama aslinya Leroy Brown. Tapi saking canggihnya otaknya orang-orang di sekitarnya memanggilnya Encyclopedia. Kasus-kasus dalam serial Encyclopedia Brown adalah jenis "pecahkan sendiri misterinya", di mana pembaca bisa ikut main detektif-detektifan dengan berusaha menjawab kasus-kasus bersama Encyclopedia. Di akhir buku, kita bisa mencocokkan jawaban dengan bagaimana Encyclopedia menyelesaikannya.


Hawkeye Collins & Amy Adams
Bisa dibilang ini salah dua detektif cilik favorit saya :D Hawkeye si kacamata yang cermat dalam observasi dan menuangkannya ke dalam sketsa, dan Amy si rambut merah dengan cepat menemukan sesuatu yang janggal dari gambar sketsa Hawkeye. Bersama mereka memecahkan misteri-misteri yang terjadi di kota kecil di mana mereka tinggal, sebuah kota fiksi di area Minnesota.
Amy&Hawkeye, biasa deh masa kecil dulu ga tahan liat gambar nganggur langsung dikelir aka diwarnai :D
Peta Lakewood Hills, sangat berguna dalam memecahkan beberapa kasus

Juga ditulis oleh berbagai penulis bayangan di bawah nama M. Masters, seperti halnya Encyclopedia Brown, serial Hawkeye&Amy menantang pembaca ikut memecahkan misteri. Yang unik, pembaca dilatih mencocokkan informasi dalam bentuk tulisan dan gambar. Di bagian akhir buku terdapat jawaban kasus yang ditulis terbalik, yang harus dibaca di depan cermin atau dihadapkan ke cahaya.

Trio Detektif
Masih di Amerika, kita ga bisa engga menyebut 3 remaja pria ini; Jupiter Jones (Jupe), Peter Crenshaw (Pete), dan Robert Andrews (Bob) yang tergabung dalam Trio Detektif. Jupe adalah otaknya trio ini. Pete yang atletis (ehm), aslinya sih sering ogah nyerempet-nyerempet bahaya bareng kedua temannya tapi apalah trio ini tanpa dia yang bodi atletisnya sering berguna di banyak situasi. Jujur sih, dulu (mungkin sekarang masih) saya naksir banget sama Pete. Sementara Bob, cowok berkacamata ini bertugas di bagian riset dan dokumentasi. Sehari-harinya mereka berkantor di bengkel barang bekas milik paman Jupe.

Meski di sampul buku ada nama Alfred Hitchcock, serial ini tidak ditulis oleh beliau. Nama Hitchcock hanya dipakai untuk tujuan promosi. Makanya, sekarang ketika serial ini dicetak ulang oleh penerbit Gramedia, nama Hitchcock sudah tidak tercantum lagi, dikarenakan "masa kontrak" pemakaian nama sudah habis.

Eropa

Lima Sekawan
Terbang ke Eropa, pemberhentian pertama kita di Inggris, di mana penulis buku anak yang sangat aktif Enid Blyton berada, bersama Lima Sekawan-nya. Kalo kamu seumuran saya (ish sensitif ngomongin umur), kayanya masa kecilnya pasti pernah diwarnai sama petualangan Julian, Dick, Anne, George dan Timmy ini. Petualangan mereka biasanya ketika libur sekolah, di mana mereka berlibur di pedesaan, lengkap dengan acara piknik naik sepeda berbekal limun dan kue jahe. Hadeuh, saya lemah deh sama setting yang begini *seruput air jeruk, gantinya limun.

Julian yang tertua, digambarkan sebagai remaja yang bertanggung jawab. Dick, agak banyol. Anne yang termuda agak pemalu dan penakut. Sementara George yang nama aslinya Georgina adalah sepupu mereka bertiga, gadis tomboy penyuka petualangan. Sedang Timmy, adalah anjing milik George.

STOP
Melipir ke Jerman, ada STOP; Sporty, Thomas, Oskar, Petra, 4 remaja yang sering terlibat kasus-kasus yang seru. Aslinya nama kelompok ini di Jerman sana adalah TKKG, singkatan dari Tim, Karl, Klößchen, Gaby. Tapi karena singkatan dan nama-namanya syulit, jadilah diubah menjadi STOP.
Edisi Indonesia vs edisi Jerman
Salah satu STOP edisi Indonesia terbitan Gramedia, ada bonus kartu pos STOP movie-nya

Sporty (nama aslinya Peter Carsten), sesuai julukannya, sporty banget, jago judo dan voli. Thomas, si kacamata. Oskar, si penggemar coklat yang agak bulet. Dan Petra si cantik pirang bermata biru dan berbulu mata lentik, yang juga pecinta binatang terutama anjing (hadeh sempurna banget ya cyiin ni cewek. Ga heran dulu saya ngimpi-ngimpi jadi dia XD). Karena segmennya remaja, agak-agak ada bumbu romance di sini, bisa ditebak antara Sporty dan Petra.


Afrika



Precious Ramotswe
Meluncur ke Afrika kita ketemu Precious Ramotswe, detektif cilik karangan Alexander McCall Smith. Anak perempuan - yang tinggal di sebuah daerah di bagian bawah Afrika jika digambarkan di peta - ini memulai karir detektfnya sejak usia 9 tahun. Kasus-kasus Precious cilik relatif sederhana. Cocok untuk dibacakan ke anak-anak, dikarenakan bahasanya pun terasa seperti bahasa orang tua bercerita pada anak.

Kelak ketika dewasa, Precious akan mendirikan agensi detektif wanita The No. 1 Ladies Detective Agency.




Asia


Conan Edogawa
Akhirnyaaa sampailah kita ke Asia. Di sini tentu saja kita bertemu Conan Edogawa, yang aslinya adalah Shinichi Kudo yang dikutuk, eh, diracun jadi kecil. Untungnya, otaknya masih sempurna. Bareng bocah-bocah ribet dan ribut Genta, Mitsuhiko, Ayumi dan Ai (yang senasib dengan Conan merupakan gadis yang diracun jadi kecil), Conan memecahkan kasus-kasus sederhana namun tak jarang juga lumayan serius.



Hajime Kindaichi
Ini mungkin detektif remaja dengan kasus-kasus paling seram di antara semua detektif yang saya sebut di sini. Berdarah-darah, penuh konflik psikologis. Sayang sekali di serial ini sih saya sukanya sama Akechi, yang karena dia udah dewasa ga bisa dibahas di sini *mendesah masygul.


Daaan...

Tibalah kita di negeri tercinta kita, Indonesia. Kata siapa di Indonesa ga ada detektif-detektif cilik yang jagoh? Ada! Siapa mereka, tunggu ulasannya BESOK!

PS: Komen di posting ini juga akan diperhitungkan dalam Giveaway. Untuk peraturan giveaway, sila mampir di sini

Wednesday, April 1, 2015

13 Days Reading Children & YA Literature


Rules:
1. Tantangan membaca ini terbuka untuk siapapun yang berdomisili di Indonesia. Blogger ataupun non-blogger. Memiliki akun Goodreads maupun tidak.
2. Mendaftarkan diri di => formulir ini.
3. Dalam 13 hari ke depan membaca novel-novel yang masuk ke dalam kategori Children’s dan Young Adults, minimal 1 buku.
4. Laporkan progress bacaanmu di formulir ini. Form ini terdapat di seluruh blog grup CL/YA.
5. Form yang diisi lewat dari tanggal 13 April pukul 23.59 WIB tidak diakumulasikan ke dalam perhitungan poin.

Prize:
Voucher buku senilai Rp. 250.000,- untuk 1 orang pemenang dengan perolehan poin terbanyak.

Points:
1. Tiap 1 buku yang dibaca (dan mengisi formulir progress dengan menyertakan judul buku, penulis, dan premis cerita) mendapatkan 5 poin.
2. Tiap resensi yang dibuat dari buku yang telah dibaca, akan mendapatkan tambahan 3 poin. (Resensi di Goodreads –full review, notes FB, atau blog. URL disetorkan ke formulir progress)

*

Jangan ketinggalan posting-posting seru dari blogger-blogger lain ini;

Thursday, March 19, 2015

Gempita 4 Tahun BBI



Waa~  waa ~ ga kerasa Blogger Buku Indonesia udah mau ultah ke-4. Usia 4 tahun lagi lincah-lincahnya nih, lagi seneng-senengnya bereksplorasi. Makanya untuk ultah kali ini Divisi Event menelurkan ide seru, untuk memuaskan hasrat bereksplorasi ini. Around The Genres in 30 Days judulnya. Event ini bakal memuaskan kita para penggila buku, untuk menyelami 3 genre buku;
  • Children & Young Adult
  • Romance
  • Science Fiction & Fantasy

Segala hal tentang uniknya kehidupan anak&remaja, manisnya cinta, dan serunya petualangan fantasi dalam dunia literatur, akan dibahas oleh para blogger buku di event ini.

Bagaimana dengan Ngidam Buku? Saya bersama dengan 14 blogger dalam grup Children & Young Adult, akan mendedikasikan diri menguak dunia literatur anak dan remaja, dari tanggal 1-13 April mendatang.

 

F.A.Q

= Siapa saja blogger yang membahas genre Children & Young Adult =
Ada 15 blogger yang siap membawa kamu ke keseruan rimba literatur anak&remaja. Mereka adalah;

Faraziyya’s Bookshelf (https://blogbukufaraziyya.wordpress.com)
Through Tinted Glass (http://4urfun.blogspot.com)
Orinthia’s Bookshelf (http://orinthiaandbooks.blogspot.com)
Books to Share (https://perpuskecil.wordpress.com)
Carpe Noctem (http://sleepy-bookworm.blogspot.com)
Delina Books (http://delinabook.wordpress.com)
Lensa Buku (http://lensabuku.com)
My Little Library (http://atriadanbuku.blogspot.com)
Kuroneko Book Club (http://kuronekobookclub.blogspot.com)
Ngidam Buku (http://ngidambuku.blogspot.com)
Bacaan B.Zee (http://bacaanbzee.wordpress.com)
Book-admirer (http://book-admirer.com)
Ketimbun Buku (http://mata-p3ni.blogspot.com)
My Book Corner (http://justaveragereader.blogspot.com)
Teritori Dongeng (http://pecandudongeng.blogspot.com)

Pastiin kamu mampir ke semua blog ini di 1-13 April besok yaa.

= Bakal ngebahas apa aja ntar? =
Jadwal pembahasan Children & Young Adult, sbb;

Children & Young Adult's Literature Talks
Blog Tour

Kamis (2/4):
• My Little Library ->Feature: Belajar Dewas adengan Membaca (YA)
• My Book Corner ->[Children’s Book Author] Roald Dahl (CL)

Jum’at (3/4):
• Ngidam Buku ->Feature: Detektif Cilik dan Remaja Mancanegara dalam LiteraturAnak (CL)

Sabtu (4/4):
• Kuroneko Book Club ->Feature: Diversity in YA
• Ngidam Buku ->Feature: Detektif Cilik dan Remaja Indonesia dalam Literatur Anak (CL)

Minggu (5/4):
• My Book Corner ->[Children’s Book Author] Kate DiCamillo (CL)

Senin (6/4):
• Faraziyya’s Bookshelf ->Feature: Verse Novels in Young Adults
• KetimbunBuku ->[Children’s Famous Series] Dr.Seuss (CL)

Selasa (7/4):
• LensaBuku ->Feature: Antara Bacaan Anak dan Bimbingan Orangtua (CL)

Rabu (8/4):
• Orinthia’s Bookshelf ->Feature: As Real As It Can Be (YA)
• KetimbunBuku ->[Children’s Famous Series] Miiko (CL)

Kamis (9/4):
• Bacaan B. Zee ->Feature: Let’s Talk About Children’s Classic (CL)

Jum’at (10/4):
• Faraziyya’s Bookshelf ->Feature: Mental Health Issue in Young Adults
• Carpe Noctem ->Feature: Learning to Cope With Family Problems from Jacqueline Wilson's Books

Sabtu (11/4):
• Book Admirer ->Feature: Anak-anak Berkebutuhan Khusus dalam LiteraturAnak (CL)

Minggu (12/4):
• Through Tinted Glass ->[Children’s Book Author] Shel Silverstein (CL)

Senin (13/4):
• Books To Share ->Feature: Navigating Newbery (CL)
• Delina Books ->Feature: Stereotip Tentang Remaja dalam Karya Fiksi (YA)



= Giveawaynya dong kaak, giveawaay *kedapkedip =
Ga usah dikedipin juga kami bakal kasih hadiah. Ga cuma 1, bukan 2, tapi akan ada 4 pemenang. Hadiahnya? Pastinya ga jauh-jauh dari buku; voucher buku (nominal 300rb & 200rb looh *ngiler deh ini host-nya*), dan 2 paket buku.

= Caranyaa? =
Siapin aja buku-buku bergenre children dan YA, punya kamu, punya perpus, punya temen, asal jangan nyolong. Di rentang 1-13 April nanti kamu bisa baca n review. Detilnya akan diworo-woro di seluruh channel blog Children & YA.

***

Baiklaah, kamu-kamu, para remaja maupun yang berjiwa remaja, gabung yuuk bareng grup Children & Young Adult, kita seru-seruan baca n ngebahas buku-buku anak&remaja. Catat yaa 1-13 April 2015. Mau mulai ngebahas dari sekarang bole juga. Boleh rikues or usul pengennya kita ngebahas apa, kalo kakak-kakak lagi baek siapa tau dikabulin :D

Find the inner child in us, stay young at hearts ;)

Tuesday, March 25, 2014

Little Stories

Ketika buku Little Stories ini ditawarkan untuk direview oleh BBI, saya menyambut dengan gempita. Saya berharap menemukan cerpen-cerpen yang raw. The crazier the better. Karena ini adalah kumcer yang disusun dengan napas latihan - seperti yang diungkapkan Maggie Tiojakin dalam Kata Pengantar - saya mengharapkan kisah-kisah yang tidak terlalu rapi, tidak terlalu "bersih". Karena latihan, saya membayangkan kelima penulis dalam Lotus Creative Project ini bisa bebas merangkai kata.


Kalau biasanya saya mereview kumcer secara keseluruhan, kali ini saya memutuskan untuk menulis kesan untuk setiap cerpen, biar ga cepat lupa sama cerita-cerita di dalamnya. Makanya ripiu ini jadi puanjang.

Tapi, bertahanlah, sebab di akhir review seluruh energi Anda tak akan sia-sia, ehm ^^

ada typo dikit :D

Gohu Buat Ina
(Vera Mensana)
Andine dan Ina kawan sekos, janjian bikin gohu. Ketika keduanya sibuk membuat gohu, Ina mengaku pada Andine bahwa dia sedang hamil. Pengakuan yang membawa Andine pada kenangan buruk di masa lalu.

Di antara kelima cerpen di Tema Kuliner, inilah yang berhasil membuat saya ngiler sama makanan yang disuguhkan.

Bakcang Terakhir
(Faye Yolody)
Beberapa lama sejak kematiannya, arwah Ayla masih melayang-layang membayangi ibunya. Hingga tibalah waktu baginya untuk mengucapkan selamat berpisah pada sang ibu, untuk bereinkarnasi.

Sebenarnya endingnya tertebak ya, tentang sebagai siapa Ayla akan lahir kembali ke dunia. Lebih tepatnya, demikianlah semestinya. Tapi jujur, saya berharap hubungan Ayla dengan bakcang sang bunda tidak berakhir.

Saya agak mengharapkan adegan yang sedikit berbeda untuk membuat pembaca memahami di keluarga mana ia dilahirkan kembali. Alih-alih Ayla sebagai janin yang mendengar percakapan di luar sana, saya membayangkan Ayla yang lahir kembali, berada di sebuah upacara - yah mungkin upacara kelahiran atau apa saja yang sesuai dengan tradisi - kemudian mencium bau sedap (sebagai bayi tentu saja ia tak tahu itu bakcang) yang entah mengapa terasa familiar.

Hihi sudah abaikan saja imajinasi aneh saya ini XD

Brongkos Mertua
(Adeste Adipriyanti)
Mertua jago masak vs menantu yang anti masak. Dan suami yang cinta mati masakan mama.

Saya cukup kagum pada si menantu yang meskipun dengan lancar menceritakan kesinisan mertuanya pada dirinya, masih tetap mau belajar memasak brongkos pada sang mertua.
Saya juga acungi jempol untuk sang mertua yang meskipun sinis banget sama menantunya, tetap dengan tabah mau mengajarinya memasak. Pasti nyebelin banget kan bagi seorang mertua yang chef keluarga, ngajarin menantu yang ga tahu apa-apa soal dapur (bayangin aja, istri anaknya! Gimana nasib anakku dengan istri yang ga bisa masak ini! pasti begitu pikirnya XD)

Dengan ending yang menegangkan dan segar, inilah cerpen yang paling saya sukai di Tema Kuliner ini.

Sup Suzie
(Rieke Saraswati)
Suzie suka menari. Suzie ditinggal mati suami. Suzie jatuh hati pada si guru tari. Suzie bukan koki, tak seperti mendiang suami. Suzie membuat sup untuk sang buah hati. Suzie digebuki.

Demikianlah kira-kira perjalanan hidup Suzie.

Dengan segera terlihat, gaya bercerita Rieke memang menonjol dibandingkan dengan yang lain. Saya suka sebenarnya. Sayangnya, jalan ceritanya sendiri seperti tertutupi oleh kecanggihan gaya menulis tersebut.

Nantinya, di cerpen-cerpen Rieke berikutnya di Little Stories, kekaburan ini akan semakin terasa mengganggu. Sup Suzie adalah satu-satunya yang cukup jelas jalan ceritanya bila dibandingkan dengan 3 cerpen Rieke lainnya.

Semangkuk Bakso Tahu
(Rinrin Indrianie)
Bapak yang tua dan sakit ingin menyantap bakso tahu. Sang anak yang bahkan untuk membeli semangkuk bakso tahu saja tak ada uang, berusaha memenuhi permintaan tersebut.

Semangkuk bakso tahu adalah cerita yang paling polos dalam Tema Kuliner ini. Tidak ada kejutan, tak ada ketergesaan, mengalir lurus saja. Keuntungannya, dengan begitu sebenarnya penulis bisa membangun emosi dengan lebih baik. Namun bila gagal, akan jadi membosankan. Dan saya kurang sabar, dengan lembar yang banyak dan alur yang lempeng, juga ending yang dari awal saya yakini sudah pasti akan seperti itu.

Satu hal saja, saya mengharapkan kalimat penutup yang lebih menyesakkan lagi.

*


Pisau
(Rieke Saraswati)
2 perempuan dan 1 lelaki, dari pub ke ranjang (?) Atau 1 perempuan dan 2 lelaki? Atau 3 lelaki? Ada main pisau. Ada perempuan yang hobi nusuk orang, yang konon kharismanya bisa membuat lelaki manapun rela ditusuk olehnya, yang ternyata juga sama sekali bukan perempuan.

Oke, lalu? Ya gitu aja sih.

Lemparkan Saja Ke Sungai
(Vera Mensana)
Josephine dan Katarina, sepupu yang berseteru. Siapa yang dicintai nenek? Bagi Josephine, lebih baik lemparkan saja buku masak nenek ke sungai. Buku masak yang kabarnya nantinya bakal diwariskan pada Katarina.

Diambil dari sudut pandang Josephine yang tampaknya memiliki mama yang tidak disetujui sebagai menantu oleh sang nenek. Drama mengarah pada mama yang berusaha membuat Josephine lebih menyayangi nenek. Tepat ketika cerita seperti akan serius atau mengharu-biru, kita dibawa kembali pada kenyataan Josephine yang tetap saja badung, senang dengan kemenangannya atas Katarina.

Melankolia
(Adeste Adipriyanti)
Ezra sudah membunuhku kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu, tapi aku tak akan mati semudah itu.

Ini cerpen favorit saya di Tema Prompter. Horor dan gilanya dapet, dengan karakter, setting dan jalan cerita yang tetap jelas.

Sang Ilalang
(Rinrin Indrianie)
Rani dan Ilalang teman kecil yang terpisah. Lama, hingga suatu hari Rani mendapatkan buku catatan Ilalang. Catatan perpisahan.

Cerita ini berhasil membuat saya bernostalgia ke masa sekolah dulu, uhuk. Sayangnya, alur rindu seorang Rani pada Ilalang kurang terbangun, jadi kelihatannya sama saja Rani membaca buku itu atau tidak, tidak banyak mengubah hidup Rani sendiri.

Serunya Membunuh Orang Gila
(Faye Yolody)
Ayahku mati. Ibuku jadi gila. Adikku depresi dan tahunya hanya minta uang. Inikah waktunya bagiku untuk membunuhnya?

Kelihatannya semua yang mengambil prompter "Ezra menghunus pisau dapur ke arahku" memilih untuk membuat cerita seputar kegilaan dan kekerasan. Apakah pisau terhunus memang identik dengan dua hal tersebut? Kalau memang sudah sejelas dan seterarah itu, mengapa tidak sekalian saja Tema Orang Gila.

Di cerpen ini tak terlalu terasa timbunan stres pemicu kegilaan pada si tokoh utama. Justru si tokoh utama terkesan santai saja dengan keadaan keluarganya.

*


Teror di Kaki Bukit
(Adeste Adipriyanti)
Proyek Pembangunan Mega Resort akan mengambil lahan pekuburan. Para hantu pun berdemo.

Jika di Tema Prompter Adeste berhasil membuat kisah hantu yang mencekam dan menarik, di sini ada lubang besar yang membuat cerpen ini berakhir sebagai sekedar cerita. Saya mengerti maksud kisahnya; keserakahan. Namun pemakaian hantu dan karakter kiai menjadi aneh. Sungguh janggal bagaimana mungkin seorang kiai mempercayai hantu!

Apakah dia kiai palsu? Sebab jika ia memang kiai dengan ilmu agama dan ilmu gaib yang tinggi, ia tidak akan mengucapkan kata-kata yang seakan-akan mengamini bahwa kegaduhan di bukit itu adalah ulah hantu. Seorang kiai tentunya paham bahwa konsep hantu tidak ada, apalagi arwah menuntut hak atas tanah. Sang kiai pasti akan mengungkapkan sesuatu tentang jin, alih-alih orang mati. Jangan-jangan yang berdemo jin kiriman kiai? Hush, kok malah suudzon >_<

Saya paham bahwa kisah hantu selamanya tidak akan pernah masuk akal, karena hantu memang tidak ada (Kecuali mungkin jika cerita itu menyebut jin dan bukannya hantu, dan biasanya sih ga terjadi ya. Arwah penasaran lebih menjual daripada jin :p). Tapi - seperti hal-hal tak masuk akal lainnya - bukan berarti tidak bisa diolah menjadi cerita yang menarik. Terbukti Adeste berhasil dengan Melankolia-nya.

Sayang sekali, kali ini ada detil kecil yang tidak mendukung, membuat cerita menjadi tidak meyakinkan.

Menunggu Ayah
(Rinrin Indrianie)
Sekian lama Bimo ingin bertemu ayah. Saat akhirnya pertemuan itu terjadi, Bimo di rumah sakit sebagai korban demo.

Di cerita ini saya sebal sekali pada karakter ibu. Sebenci-bencinya pada ayah putranya, masa ketika Bimo bertanya siapa yang mengadzaninya ketika lahir, si ibu dengan asal menjawab "Mungkin ayah... atau dokter... atau cleaning service". ??!!

Tapi Bimo ini anak yang baik banget. Meski ia berhak tahu tentang ayahnya, ia menyesal pernah merongrong ibunya untuk bercerita tentang si ayah yang entah siapa ini. Saya suka karakter Bimo ini, meski terlalu singkat tapi cukup membekas. Mungkinkah akan ada cerita lain yang bercerita tentang Bimo? (Spesial rikues: Bimo-nya dibikin ganteng yaa XD)

Surat Yang Tak Pernah Selesai
(Rieke Saraswati)
Ada demo. Seorang pria (?) di dalam mobil, bernostalgia dan menulis surat (?) Yah, atau mungkin sebenarnya cuma surat di dalam hati. Atau mungkin sama sekali bukan itu.

Lagi-lagi tentang kegilaan. Dan lagi-lagi karakter, setting dan jalan cerita yang kabur.
Sudah saya sebutkan di awal bahwa saya membaca buku ini karena memang mengharapkan "kegilaan", dan semestinya style Rieke bisa memuaskan saya. Tapi apakah cerita yang "gila" dan canggih harus membingungkan? Atau saya yang tak cukup canggih untuk memahaminya?

Yang manapun, saya tetap merasa bahwa cerita adalah cerita, maka dia harus bisa bercerita, dan silahkan bergaya sedikit saja.

Aparat
(Faye Yolody)
Ada demo hari ini. Tugasku menjaga keamanan di sana. Meski istriku cemas, jangan-jangan aku terluka lagi.

Ini adalah cerita favorit saya di Tema Demonstrasi. Selain Menunggu Ayah, inilah cerpen yang bersentuhan langsung dengan demo. Mengambil sudut pandang seorang petugas yang biasanya menjadi pihak yang dipersalahkan setiap terjadi bentrokan dalam demo.

Karakter Reine sebagai provokator dan penunggang aksi juga menarik. Hanya saja cara tokoh utama menyebutkan Reine dalam narasinya agak terlalu lembut dan kurang berjarak, seperti sedang menceritakan teman. Mungkin bagus jika Reine memiliki nama belakang. Katakanlah Reine Salamander? (Maaf kalau saya kurang teliti dan ternyata Reine memang punya nama belakang tapi saya melewatkannya). Jadi ketika si tokoh bernarasi ia tidak hanya mengucapkan "Reine" tetapi "Reine Salamander" atau sekedar inisial "RS" untuk memberi kesan berjarak. Atau "si RS" saja kalau sedang kesal XD

Saya menyukai ending yang dipilih, dengan sang hujan sebagai bintang tamu.

Firasat Sang Ayah
(Vera Mensana)
Wistara Hadiatmaja sudah tua. Kelihatannya inilah waktunya di mana ia harus memberitahukan putranya tentang "dosa" bisnisnya di masa lalu.

Apa yang ingin disampaikan bisa dimengerti tapi karakternya kurang mantap dan secara keseluruhan kurang kena.

*


Nama Untuk Raka
(Rinrin Indrianie)
Pasien gila itu selalu menanyakan hal yang sama pada Lindu, seorang perawat; "Halo, siapa namamu?" Hari-hari Lindu kemudian diisi dengan menebak-nebak nama apa yang harus ia jawab, demi mengorek kisah dari si pasien.

Dari ke-4 cerpen karya Rinrin, inilah yang paling saya suka. Siapa yang tak tertarik pada pasien cowok gila (& ganteng) yang bikin penasaran? XD

Kesabaran Rinrin dalam bercerita berbuah di sini. Meski selalu ada dialog yang diawali dengan pertanyaan yang sama "Halo siapa namamu" itu, gelitik penasaran mencegah saya dari bosan.

Sebenarnya ending dan pengungkapan jati diri Raka-nya asik juga, tapi saya kurang yakin dengan pilihan reaksi Lindu. Lagi-lagi, mungkinkah akan ada cerita versi panjang tentang 2 karakter ini, mba Rinrin? *ngarep*

Berdua Saja
(Vera Mensana)
Ahok dan putranya makan di mie di rumah makan. Hari ini hari penting. Ahok akan membawa mama baru bagi Niko.

Saya suka sekali cerpen ini. Bisa jadi, ini favorit saya di antara semua cerpen di Little Stories. Sederhana, tapi suasananya terasa sekali. Warung makan, wangi bumbu, sampai-sampai rasanya saya bisa mencium bau bawang dan bunyi desisnya di wok. Atmosfir hubungan ayah dan anak, di mana sang ayah ingin mempersiapkan anaknya untuk seorang mama baru, simpel dan akrab.
Saya sampai terharu di 2 paragraf penutup.

Hanya saja, mengapa pagi hari? Seberapa pagi? Apakah hari libur hingga warung mie sudah penuh? Ya mungkin memang ada warung yang sudah ramai sekali di pagi hari, tapi rasanya makan mie kuah panas dan es cincau lebih enak kalau siang-siang. Apa karena setelahnya akan ke rumah calon mama? Rasanya tak apa kalau ke rumah calon mamanya esok harinya saja pagi-pagi.

Di luar itu, saya tetap menyukai Berdua Saja.

Pasien
(Rieke Saraswati)
May tak peduli lagi dengan suaminya. May mau Dr. Firman (Atau tepatnya dr. Firman? Atau dia dokter yang doktor?). Tapi Dr. Firman punya pacar, namanya Mike.

Karena setipe dengan cerpen-cerpen Rieke sebelumnya, komentar saya untuk cerpen ini tak jauh beda.

Lorong
(Faye Yolody)
Rama selalu mendapati rangkaian mawar di mejanya, dan di lorong kantornya ada pria berjaket merah.

Termasuk cerpen yang kurang saya pahami maksudnya. Mungkin memang maksudnya untuk dibaca dan dinikmati saja.

12 Juli
(Adeste Adipriyanti)
12 Juli adalah ulang tahun Partini. Hari yang dinanti-nantinya, sebab itulah saat rumahnya akan diramaikan oleh celoteh cucu-cucunya.

Penulis berhasil membangun suasana rumah seorang perempuan tua. Termasuk ketegangannya menanti hadirnya si tanggal 12 Juli. Bahkan kalimat terakhirnya pun pas, terbayang sekali reaksi seorang nenek yang merajuk.

Cuma, kok ya anaknya itu kejem banget, Partini ini nenek tua loh, yang tahun depan mungkin belum tentu masih hidup, kok bisa-bisanya... Dan cuma karena alasan... Arrghh (maap kok jadi emosi :p)

*

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati Little Stories. Ada cerita-cerita yang ternikmati sempurna. Ada beberapa karakter yang dinanti kemunculannya kembali. Ada pula penulis-penulis yang saya nantikan karya-karya selanjutnya.




Judul: Little Stories
Penulis: Adeste Adipriyanti, Faye Yolody, Rieke Saraswati, Rinrin Indrianie, Vera Mensana
Penerbit: GPU
ISBN: 978-602-03-0190-7
Tebal: 264 halaman
Format: Softcover
Terbit: Februari 2014





***

GIVEAWAY!

Ada 1 Little Stories untuk 1 orang pemenang!

Caranya:
1. Tuliskan di kotak komentar, kira-kira cerpen yang mana atau karya siapa yang pingin banget kamu baca di Little Stories, dan apa alasannya. Jawaban maksimal 3 kalimat. Inget ya MAKSIMAL 3 kalimat. Pokoknya jangan panjang-panjang. Kalo kepanjangan saya ogah bacanya :p (curang banget, nulis ripiu panjang tp ogah komenter panjang >_<)
2. Cantumkan juga akun Twitter atau email ya, untuk keperluan menghubungi bila kamu menang.

Pemenang dipilih berdasarkan alasan yang paling membuat saya terpanggil, tergugah, tersentuh, pengen ngasih buku ini ke kamu. Jadi pemilihan pemenangnya sangat subyektif, dilarang protes! :p

Batas waktu sampai hari Jumat 28 Maret ya.

Monday, February 3, 2014

Read Big Challenge: Wrap Up Gathering



O Knights of Big Reads,
The twelve heavy months have ended
The tortures thou all bear have now been lifted

Be joyful!
For now is the time to count
Who is the mightiest of all

***

Helloow para ksatria penakluk buku bantal, terima kasih banyak atas partisipasinya dalam Read Big Challenge inii. Ga terasa setahun berlalu juga. Gimana, udah pada kekar bisepnya?

Sebagai salah satu syarat keabsahan mengikuti ajang cari pembaca terkekar ini, para peserta harus bikin wrap up post. Jangan lupa cantumkan level apa yang akhirnya berhasil dicapai, list buku yang dibaca beserta link reviewnya. Ditambahin foto lengannya juga boleh XD

Wrap up ditunggu sampai 20 Februari 2014 yaa